Ridho Rahmadi yang dikenal sebagai menantu politikus senior Amien Rais resmi mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Ummat. Keputusan tersebut telah diterima oleh Majelis Syura Partai Ummat dalam Musyawarah Majelis Syura ke-8 yang digelar pada 26 Agustus 2026.
Pengunduran diri Ridho menjadi bagian dari penyegaran struktur internal Partai Ummat. Selain Ridho, Sekretaris Jenderal DPP Partai Ummat Taufik Hidayat juga mengajukan pengunduran diri dari jabatannya. Taufik membenarkan bahwa keputusannya tersebut berkaitan dengan posisinya yang sebelumnya dipilih dalam satu paket bersama ketua umum.
Majelis Syura Partai Ummat sebagai lembaga permusyawaratan tertinggi dalam struktur partai kemudian menyatakan menerima pengunduran diri keduanya. Keputusan tersebut menjadi dasar bagi partai untuk melakukan penataan sementara terhadap kepengurusan DPP agar roda organisasi tetap berjalan dan kegiatan partai dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Setelah menerima pengunduran diri Ridho, Majelis Syura menetapkan Ansufri Idrus Sambo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum DPP Partai Ummat. Sementara itu, posisi Plt Sekretaris Jenderal diberikan kepada Muhammad Sadiq. Penunjukan tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di tingkat pusat selama proses penataan organisasi berlangsung.
Pergantian sementara ini juga menjadi bagian dari agenda konsolidasi internal Partai Ummat. Kepengurusan baru diharapkan dapat menjaga keberlangsungan aktivitas organisasi sekaligus memastikan koordinasi antara jajaran pimpinan, pengurus daerah, kader, dan simpatisan tetap berjalan dengan baik.
Ridho Rahmadi sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum Partai Ummat sejak 2021. Ia menjadi salah satu figur yang mendapat kepercayaan untuk memimpin partai yang didirikan oleh Amien Rais tersebut. Selama masa kepemimpinannya, Ridho menjalankan berbagai agenda organisasi serta menghadapi dinamika politik nasional yang terus berkembang.
Meski tidak lagi menduduki posisi Ketua Umum, Ridho tetap tercatat sebagai bagian dari Partai Ummat. Pengunduran diri dari jabatan struktural tidak serta-merta berarti dirinya keluar dari partai. Keputusan mengenai keberlanjutan struktur kepemimpinan selanjutnya akan mengikuti mekanisme internal yang berlaku di Partai Ummat.
Majelis Syura juga menegaskan bahwa perubahan struktur kepengurusan merupakan bagian dari proses organisasi. Konsolidasi dan penyegaran kepemimpinan dinilai diperlukan untuk menjaga efektivitas kerja partai sekaligus mempersiapkan organisasi menghadapi berbagai agenda politik dan kelembagaan ke depan.
Pengunduran diri Ridho dan Taufik juga mendapat perhatian karena keduanya sebelumnya memimpin Partai Ummat secara berpasangan. Dengan adanya pergantian tersebut, kepemimpinan sementara kini berada di tangan Ansufri Idrus Sambo dan Muhammad Sadiq hingga nantinya ditentukan kepengurusan definitif sesuai mekanisme partai.
Bagi Partai Ummat, kesinambungan organisasi menjadi hal penting setelah adanya perubahan di jajaran pimpinan pusat. Para pengurus dan kader diharapkan tetap menjaga soliditas serta menjalankan agenda partai sesuai keputusan yang telah ditetapkan melalui forum resmi Majelis Syura.
Dengan ditetapkannya pelaksana tugas, aktivitas DPP Partai Ummat tetap dapat berjalan tanpa harus menunggu proses pergantian kepemimpinan definitif. Langkah tersebut sekaligus memberikan ruang bagi partai untuk melakukan evaluasi dan konsolidasi internal sebelum menentukan arah kepemimpinan berikutnya.
Perubahan kepemimpinan di tubuh Partai Ummat ini menjadi salah satu perkembangan terbaru dalam dinamika politik nasional. Selanjutnya, perhatian akan tertuju pada proses konsolidasi internal serta langkah yang akan diambil Partai Ummat dalam menentukan kepemimpinan definitif dan strategi organisasi ke depan.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !