BNPB Ungkap Kualitas Udara di Sejumlah Wilayah Kalimantan Masuk Kategori Berbahaya akibat Karhutla

BNPB Ungkap Kualitas Udara di Sejumlah Wilayah Kalimantan Masuk Kategori Berbahaya akibat Karhutla

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan semakin mengkhawatirkan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran menyebabkan kualitas udara di beberapa daerah berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Kondisi tersebut terutama terpantau di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Selain menurunkan kualitas udara, kabut asap juga membuat jarak pandang di sejumlah wilayah menjadi terbatas sehingga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat maupun operasi penanganan kebakaran.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa di Kalimantan Tengah terdapat puluhan titik api yang masih menjadi perhatian petugas. Berdasarkan pemantauan BNPB, sebanyak 63 titik api terdeteksi di wilayah tersebut dengan jarak pandang sekitar dua kilometer.

Meskipun kondisi udara memburuk, aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah masih berjalan. Kegiatan belajar-mengajar juga masih berlangsung seperti biasa. Namun, kondisi tersebut tetap membutuhkan perhatian karena kualitas udara dapat berubah seiring perkembangan kebakaran dan arah pergerakan asap.

Untuk menangani kebakaran, Satgas Darat telah dikerahkan ke sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah. Wilayah yang menjadi sasaran penanganan mencakup Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Kapuas, Barito Utara, Pulang Pisau, Lamandau, Kotawaringin Barat, Barito Selatan, Murung Raya, Gunung Mas, serta Barito Timur.

Upaya pemadaman yang dilakukan Satgas Darat telah berhasil menangani kebakaran di area seluas lebih dari 87 hektare. Selain operasi darat, pemerintah juga melakukan operasi modifikasi cuaca untuk membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan di kawasan yang terdampak kebakaran.

Namun, upaya pemadaman dari udara menghadapi sejumlah kendala. Jarak pandang yang rendah akibat pekatnya kabut asap membuat pelaksanaan operasi udara menjadi lebih sulit. Kondisi lahan gambut juga menjadi tantangan tersendiri karena api dapat menyebar dan bertahan di bawah permukaan sehingga membutuhkan penanganan yang lebih intensif.

Kondisi Kalimantan Barat

Situasi serupa juga terjadi di Kalimantan Barat. BNPB mencatat terdapat sekitar 30 titik api di wilayah tersebut. Kualitas udara di sejumlah lokasi bahkan telah berada pada kategori berbahaya, sementara jarak pandang dilaporkan kurang dari satu kilometer.

Meskipun menghadapi kondisi yang cukup berat, Satgas Darat di Kalimantan Barat telah melakukan penanganan secara intensif. Area yang berhasil dipadamkan tercatat mencapai sekitar 262 hektare. Capaian tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mencegah kebakaran meluas ke wilayah lainnya.

Penanganan karhutla tidak hanya dilakukan melalui pemadaman. Pemerintah juga melakukan pengawasan terhadap aktivitas perusahaan yang berada di sekitar kawasan terdampak. Langkah tersebut mencakup pemeriksaan kepatuhan, penyegelan lokasi yang terbakar, penerapan sanksi administratif, hingga evaluasi terhadap izin usaha apabila ditemukan pelanggaran.

BNPB bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api dan kualitas udara. Penanganan dilakukan melalui koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, petugas pemadam, serta berbagai unsur lainnya agar kebakaran dapat segera dikendalikan.

Kondisi kualitas udara yang buruk juga menjadi perhatian karena asap kebakaran dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Perubahan jarak pandang dan tingginya konsentrasi partikel di udara membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika kondisi kabut asap semakin tebal.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan kualitas udara dan kebakaran. Warga juga perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk dan menggunakan perlindungan pernapasan yang sesuai ketika harus beraktivitas di tengah kondisi berasap.

Penanganan karhutla di Kalimantan menjadi pekerjaan penting bagi pemerintah mengingat dampaknya tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap aktivitas sosial dan kualitas udara. Upaya pemadaman, pencegahan, pengawasan, serta penegakan aturan terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran diharapkan dapat menekan risiko kebakaran yang lebih luas.

BNPB memastikan pemantauan dan penanganan akan terus dilakukan di wilayah yang masih memiliki titik api. Pemerintah juga terus mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk mengendalikan kebakaran sekaligus mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !