A
Persebaya Surabaya harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 2-2 melawan PSS Sleman dalam lanjutan pekan kelima Super League 2026/2027. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Minggu (18/10/2026) tersebut meninggalkan kekecewaan bagi tim tuan rumah yang gagal mengamankan kemenangan di hadapan pendukungnya sendiri.
Meski mampu mendominasi jalannya pertandingan dan menciptakan banyak peluang, Persebaya tidak berhasil mengubah keunggulan dalam penguasaan permainan menjadi kemenangan. PSS Sleman justru mampu memberikan perlawanan efektif melalui serangan yang terorganisasi dan memanfaatkan kesempatan untuk mencetak gol.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil pertandingan tersebut. Menurutnya, hasil imbang yang diperoleh timnya terasa seperti kekalahan karena Persebaya memiliki sejumlah peluang untuk meraih tiga poin. Ia menyoroti perbedaan antara dominasi permainan dan efektivitas dalam penyelesaian akhir yang menjadi salah satu faktor penting dalam pertandingan tersebut.
Dalam pertandingan itu, Persebaya tercatat menguasai sekitar 69 persen penguasaan bola. Tim berjuluk Green Force tersebut juga menghasilkan 20 tembakan dan memperoleh 12 tendangan sudut, sedangkan PSS Sleman mencatatkan dua tembakan dan tiga tendangan sudut. Statistik tersebut memperlihatkan besarnya tekanan yang diberikan Persebaya kepada pertahanan tim tamu, tetapi banyaknya peluang belum cukup untuk memastikan kemenangan.
Sejak awal pertandingan, Persebaya berusaha mengambil inisiatif serangan dan menekan pertahanan PSS Sleman. Peluang awal sempat diperoleh Alex Martins, tetapi upayanya belum membuahkan gol. PSS justru mampu membuka keunggulan melalui tendangan bebas Melvyn Lorenzen pada menit kesembilan yang mengarah ke sudut gawang Ernando Ari Sutaryadi.
Tertinggal lebih dahulu membuat Persebaya meningkatkan intensitas serangan. Sejumlah peluang tercipta melalui kombinasi permainan dari sisi lapangan maupun situasi bola mati. Usaha tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-36 ketika Miguel Pereira mencetak gol penyeimbang melalui sundulan setelah memanfaatkan situasi tendangan sudut. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Persebaya kembali tampil agresif untuk mencari gol tambahan. Tim tuan rumah berusaha mempertahankan tekanan melalui serangan yang dibangun dari lini tengah dan sayap. Namun, PSS Sleman mampu memanfaatkan celah di pertahanan Persebaya untuk kembali unggul.
Pada menit ke-61, Hiromu Tanaka mencetak gol yang membawa PSS Sleman memimpin 2-1. Gol tersebut membuat Persebaya kembali berada dalam posisi tertinggal, meskipun sepanjang pertandingan tim tuan rumah lebih banyak menguasai bola dan berusaha mengendalikan tempo permainan.
Persebaya kemudian terus meningkatkan tekanan hingga memasuki penghujung pertandingan. Berbagai upaya dilakukan untuk menyamakan kedudukan, termasuk melalui bola-bola silang dan situasi bola mati. Ketika pertandingan memasuki masa tambahan waktu, Miguel Pereira kembali menjadi penyelamat bagi Green Force.
Pada menit ke-90+1, Miguel Pereira mencetak gol keduanya melalui sundulan setelah menerima umpan dari Yann Mabella. Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 2-2 sekaligus menggagalkan upaya PSS Sleman membawa pulang kemenangan dari Surabaya. Meski demikian, gol penyama kedudukan itu belum cukup bagi Persebaya untuk mendapatkan tiga poin yang diharapkan.
Hingga wasit meniup peluit panjang, tidak ada tambahan gol yang tercipta. Kedua tim harus menerima hasil imbang setelah melewati pertandingan dengan situasi yang berbeda. Persebaya memiliki keunggulan dalam penguasaan bola dan jumlah peluang, sedangkan PSS Sleman mampu menunjukkan efektivitas dalam memanfaatkan kesempatan yang tersedia.
Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Persebaya, khususnya dalam meningkatkan ketajaman lini depan dan memperbaiki koordinasi pertahanan. Banyaknya peluang yang tercipta perlu diimbangi dengan penyelesaian akhir yang lebih efektif agar dominasi permainan dapat menghasilkan poin maksimal. Selain itu, tim juga perlu mengantisipasi serangan balik lawan yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan.
Bagi PSS Sleman, hasil imbang di kandang Persebaya menjadi tambahan poin setelah mampu memberikan perlawanan sepanjang pertandingan. Sementara itu, Persebaya harus segera melakukan pembenahan agar kehilangan poin di kandang tidak kembali terulang pada laga-laga berikutnya.
Setelah pertandingan tersebut, Persebaya dijadwalkan menghadapi PSM Makassar pada Kamis (22/10/2026), sedangkan PSS Sleman akan bertandang ke markas Persik Kediri pada hari yang sama. Kedua pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi masing-masing tim untuk kembali berjuang meraih hasil maksimal dalam kompetisi Super League musim 2026/2027.
Hasil imbang melawan PSS Sleman menjadi pengingat bahwa penguasaan bola dan banyaknya peluang belum tentu menjamin kemenangan. Efektivitas penyelesaian akhir, kedisiplinan menjaga pertahanan, serta kemampuan memanfaatkan momen penting tetap menjadi faktor penentu dalam sepak bola profesional.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !