Mutawif Keluhkan Jemaah Lansia Asal Komering, Gubernur Sumsel Ingatkan Pentingnya Pelayanan yang Baik

 

Mutawif Keluhkan Jemaah Lansia Asal Komering, Gubernur Sumsel Ingatkan Pentingnya Pelayanan yang Baik

Sebuah video yang memperlihatkan seorang mutawif atau pembimbing ibadah umrah mengeluhkan kondisi jemaah lanjut usia (lansia) menjadi perhatian publik. Dalam video tersebut, pria yang diduga merupakan mutawif itu menyampaikan keluhan mengenai jemaah lansia yang membutuhkan bantuan kursi roda selama menjalankan ibadah umrah.

Video tersebut direkam menggunakan telepon seluler dan memperlihatkan seorang jemaah perempuan lanjut usia berada di dalam lift dengan menggunakan kursi roda. Di sekitar jemaah tersebut tampak dua orang lainnya. Dalam rekaman itu, sang mutawif menyampaikan sejumlah pernyataan mengenai biaya tambahan yang menurutnya harus dikeluarkan ketika jemaah membutuhkan fasilitas kursi roda.

Keluhan tersebut kemudian menjadi perhatian karena disampaikan di hadapan jemaah yang sedang menjalankan ibadah. Dalam pernyataannya, mutawif tersebut juga memberikan imbauan agar masyarakat tidak menunda pelaksanaan ibadah umrah hingga usia lanjut karena kondisi fisik dapat membuat jemaah membutuhkan bantuan lebih banyak selama berada di Tanah Suci.

Dalam video yang beredar, mutawif tersebut juga menyebut nama Komering ketika menyampaikan keluhannya. Komering merupakan salah satu kelompok masyarakat yang berasal dari wilayah Sumatera Selatan. Karena itu, muncul dugaan bahwa jemaah yang berada dalam rombongan tersebut berasal dari wilayah Komering, meskipun identitas jemaah maupun perusahaan yang menaungi mutawif tersebut tidak disebutkan secara jelas dalam pemberitaan.

Beredarnya video tersebut kemudian mendapat perhatian dari Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. Ia meminta para pembimbing ibadah dan mutawif tetap memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh jemaah, termasuk mereka yang sudah berusia lanjut dan membutuhkan bantuan selama menjalankan ibadah.

Herman Deru menilai jemaah yang datang ke Tanah Suci memiliki tujuan utama untuk beribadah sehingga pelayanan kepada mereka harus diberikan dengan sikap yang baik dan penuh penghormatan. Apabila terdapat persoalan dalam pelayanan atau kondisi jemaah yang membutuhkan penanganan khusus, menurutnya, hal tersebut sebaiknya dikomunikasikan secara baik dengan pihak keluarga.

Ia juga mengingatkan agar perilaku maupun ucapan seorang pembimbing tidak menimbulkan persoalan baru bagi perusahaan atau biro perjalanan yang menaunginya. Pelayanan yang diberikan kepada jemaah menjadi bagian penting dalam perjalanan ibadah, terutama bagi jemaah lansia yang secara fisik mungkin membutuhkan pendampingan lebih dibandingkan jemaah yang masih berusia muda.

Peristiwa tersebut kembali mengingatkan pentingnya kesiapan dalam penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah. Jemaah lansia pada umumnya memerlukan perhatian dan pendampingan yang lebih intensif, baik ketika berada di hotel, dalam perjalanan, maupun saat menjalankan rangkaian ibadah. Karena itu, penyelenggara perjalanan umrah perlu memastikan kebutuhan setiap jemaah telah dipersiapkan sejak sebelum keberangkatan.

Selain kesiapan fasilitas, komunikasi antara jemaah, keluarga, pembimbing, dan penyelenggara juga menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan. Informasi mengenai kebutuhan khusus, kondisi fisik, serta fasilitas pendukung sebaiknya disampaikan secara jelas sejak awal agar tidak menimbulkan kesalahpahaman selama perjalanan.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Selatan M Arkan yang dikonfirmasi terkait persoalan tersebut belum memberikan tanggapan. Hingga berita ini disusun, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai identitas mutawif yang terdapat dalam video maupun perusahaan yang menaunginya.

Video tersebut kini menjadi perhatian masyarakat dan memunculkan pembahasan mengenai pentingnya etika serta kualitas pelayanan dalam mendampingi jemaah umrah. Proses klarifikasi dari pihak-pihak terkait diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kejadian sebenarnya dan konteks pernyataan yang disampaikan dalam video tersebut.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !