JAKARTA – Dalam situasi politik yang sangat genting pasca peristiwa G30S/PKI, Presiden Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Panglima Angkatan Bersenjata dan Ketua Presidium Kabinet Ampera, mengambil keputusan strategis yang sangat menentukan arah sejarah bangsa. Rabu 14 April 2026.
Ia menunjuk sosok jenderal yang dikenal memiliki karakter keras, tegas, dan tak kenal kompromi, yaitu Letnan Jenderal Sarwo Edhie Wibowo, untuk memimpin operasi pembersihan terhadap gerakan komunis.
Dikenal dengan pribadi yang disiplin dan berani, ia dianggap sebagai sosok yang tepat untuk menjalankan tugas berat memberantas ideologi yang dianggap membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan ideologi Pancasila.
Misi Penumpasan Tanpa Ampun
Atas perintah langsung dari Soeharto, Jenderal Sarwo Edhie menjalankan misi tersebut dengan penuh ketegasan. Ia memimpin pasukan untuk melakukan penumpasan secara masif dan menyeluruh di berbagai wilayah, terutama di Jawa dan Bali.
Dalam pelaksanaannya, operasi ini berjalan sangat keras. Sarwo Edhie dikenal tidak main-main dan tidak memberikan celah sedikitpun bagi musuh negara untuk berkembang biak kembali. Sikap tegas dan “mengerikan” bagi lawan ini justru menjadi kunci keberhasilan dalam memutus mata rantai ideologi komunisme di Indonesia.
Berkat kepemimpinan Jenderal Sarwo Edhie Wibowo yang disiplin dan berani, upaya pembersihan ini berhasil dilakukan secara efektif,
sehingga stabilitas keamanan dan ketertiban di tanah air dapat segera dipulihkan kembali demi kelangsungan pembangunan dan kehidupan berbangsa.
Wartawan by Sutarno
Sumber Foto inilah.com
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !