Ditreskrimum Polda Kepri Ungkap Kasus Pembunuhan di Lingga, Residivis Pembunuhan Diamankan di Jawa Timur

BATAM – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepulauan Riau berkoordinasi erat dengan Satuan Reserse Kriminal Polres Lingga berhasil memecahkan kasus tindak pidana pembunuhan yang menimpa seorang perempuan berinisial SA alias DA (19).

Korban ditemukan meninggal dunia dan telah dikuburkan di balik rumah kontrakan di wilayah Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga. Pengungkapan kasus ini diumumkan secara resmi dalam konferensi pers yang digelar di Batam, Rabu (13/5/2026).

Konferensi pers dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kepri, Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H. Turut hadir mendampingi, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Pol. Ronni Bonic, S.H., S.I.K., M.H., Kapolres Lingga, AKBP Dr. Pahala Martua Nababan, S.H., S.I.K., M.H., serta Kasubdit III Ditreskrimum Polda Kepri, Kompol Indar Wahyu Dwi Septiawan, S.I.K., M.H.

Kabid Humas menjelaskan bahwa awal mula penemuan bermula dari laporan masyarakat yang merasa curiga atas adanya gundukan tanah baru yang mengeluarkan aroma tak sedap di lokasi tersebut.

Berdasarkan informasi tersebut, aparat kepolisian segera turun melakukan pengecekan dan penggalian, yang kemudian memastikan adanya jasad manusia di lokasi tersebut.

Temuan ini langsung ditindaklanjuti dengan proses penyelidikan dan penyidikan secara mendalam untuk mengungkap kronologi serta pelaku di balik peristiwa kejahatan tersebut.

“Setelah dilakukan pengecekan dan penggalian, ditemukan jasad korban yang selanjutnya dilaporkan ke Polres Lingga untuk dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” ungkap Kombes Nona Pricillia Ohei.

Berdasarkan hasil rekonstruksi dan pengumpulan bukti, terungkap bahwa korban merupakan istri siri dari pelaku utama berinisial ZA alias JA alias JK (43). Pelaku diketahui melakukan aksinya dengan cara mencekik leher korban hingga meninggal dunia.

Demi menutup jejak kejahatan, tersangka kemudian menguburkan jasad korban di lokasi yang tersembunyi serta membakar barang-barang milik korban agar tidak mudah diketahui asal-usulnya.

Usai melancarkan aksinya, tersangka berupaya menghindari jerat hukum dengan melarikan diri ke luar wilayah Kabupaten Lingga. Namun, upaya pelarian tersebut tidak membuahkan hasil.

Tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Kepri dan Satreskrim Polres Lingga terus melakukan penelusuran dan pengejaran intensif, hingga akhirnya berhasil mengamankan keberadaan tersangka di wilayah hukum Polres Lumajang, Jawa Timur.

Residivis Pembunuhan Bermotif Cemburu

Hasil pemeriksaan forensik dan otopsi yang dilakukan tim medis memastikan penyebab kematian korban adalah kekerasan berat pada bagian leher yang mengakibatkan mati lemas.

Sementara itu, dari sisi latar belakang pelaku, diketahui bahwa tersangka merupakan seorang residivis atau pelaku berulang dengan catatan kasus serupa, yakni pembunuhan. Adapun motif yang mendasari perbuatan keji ini diduga kuat dipicu oleh rasa cemburu yang meluap-luap terhadap korban.

Saat ini, tersangka telah dikembalikan ke wilayah hukum Polda Kepri dan berada dalam pengamanan ketat di Rumah Tahanan Negara guna mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Penyidik telah menetapkan pasal jerat hukum, yakni Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 458 ayat (1) KUHP. Pasal ini mengancam pelaku dengan hukuman paling berat berupa pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.

Pihak Polda Kepri mengapresiasi peran serta masyarakat yang telah berani melaporkan kejanggalan di lingkungannya, sehingga kejahatan ini dapat segera terungkap.

Pihak kepolisian kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta segera melaporkan setiap tindak pidana atau gangguan keamanan yang terjadi di sekitar.

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan Call Center 110 yang beroperasi 24 jam atau aplikasi Polri Super Apps untuk mendapatkan pelayanan kepolisian yang cepat, tanggap, dan terpadu.

Reporter by Muhammad

author avatar
Wartawan Fakta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Suara Warga Gantar: Kehadiran Al-Zaytun Penghidupan Ekonomi, Kyai Panji Gumilang Diminta Terus Berkarya INDRAMAYU – Di tengah riuh rendah penolakan dan polemik yang menyelimuti keberadaan Pondok Pesantren Al-Zaytun, terdengar suara berbeda yang datang langsung dari halaman terdekat. Warga Kecamatan Gantar, wilayah yang menjadi lokasi berdirinya lembaga pendidikan besar tersebut, justru menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh. Bagi warga setempat seperti Ibu Komariah, kehadiran Al-Zaytun bukanlah ancaman, melainkan berkah besar yang telah mengubah wajah wilayahnya, membangkitkan roda perekonomian, dan mengangkat nama Indramayu hingga ke kancah dunia. Menurut penuturan Ibu Komariah yang telah merasakan langsung dampak keberadaan ponpes tersebut, kehadiran Al-Zaytun membawa perubahan positif yang sangat nyata bagi kehidupan sehari-hari masyarakat Gantar. Ia mencontohkan momen yang selalu dinanti warga setiap tahunnya, tepatnya pada tanggal satu Suro atau pergantian tahun Jawa. Pada momentum besar itu, ribuan warga berbondong-bondong membuka lapak dagangan di sepanjang akses jalan hingga ke pintu gerbang pondok pesantren. “Setiap tanggal satu Suro, kami warga Gantar boleh berdagang di depan pintu Al-Zaytun. Alhamdulillah, dagangan kami selalu laris manis diserbu para tamu dan pengunjung yang datang dari berbagai penjuru. Keuntungan yang kami dapatkan sangat berarti untuk kebutuhan keluarga,” ungkap Ibu Komariah dengan penuh rasa syukur. Pengalaman nyata inilah yang membuatnya merasa heran dan bertanya-tanya, mengapa ada pihak-pihak yang begitu tidak menyukai atau menolak keberadaan Al-Zaytun. Sebab, bagi warga Gantar, dampak yang dirasakan justru sangat jauh dari kata merugikan. Sebaliknya, lembaga ini dinilai telah menjadi motor penggerak yang menghidupkan denyut nadi wilayah yang dulunya sepi dan tertinggal. “Kami sangat heran, kenapa ada saja orang yang tidak suka dengan aktivitas Al-Zaytun. Padahal, berkat keberadaan pondok ini, nama Kabupaten Indramayu dikenal hingga ke seluruh dunia. Nama daerah kami terangkat tinggi, dan kami sebagai warga asli merasakan langsung manfaatnya,” tambahnya. Daerah Menjadi Hidup, Peluang Usaha Terbuka Lebar Lebih jauh, Ibu Komariah menjelaskan bahwa kehadiran ribuan santri, tenaga pendidik, serta tamu yang berdatangan setiap hari membuat kawasan Gantar menjadi ramai, hidup, dan berdenyut. Keramaian ini membuka peluang usaha tak terbatas bagi warga sekitar. Mulai dari usaha kuliner, perdagangan kebutuhan sehari-hari, jasa transportasi, hingga penyewaan tempat tinggal, semuanya tumbuh dan berkembang pesat seiring berjalannya aktivitas di dalam kompleks Al-Zaytun. Sebagai warga yang telah merasakan manfaat ekonomi secara nyata, Ibu Komariah pun menyampaikan pesan tulus dan dukungannya sepenuhnya kepada pimpinan pondok pesantren, Kyai Panji Gumilang. Ia berharap pendiri dan pemimpin besar itu tetap teguh, terus berkarya, dan tidak terpengaruh oleh suara-suara penolakan yang datang dari luar wilayah mereka. “Pesan kami kepada Bapak Kyai Panji Gumilang: teruslah berkarya dan membangun. Jangan hiraukan mereka yang tidak suka atau menolak keberadaan Al-Zaytun. Kami warga Gantar sudah merasakan sendiri buktinya. Berkat pondok ini, daerah kami jadi hidup, ramai, dan kami bisa membuka usaha apa saja untuk menghidupi keluarga. Intinya, Al-Zaytun adalah penggerak utama ekonomi kami, wong Gantar dan sekitarnya,” tegasnya mantap. Dua Sisi Pandangan, Satu Harapan Kesejahteraan Pernyataan Ibu Komariah ini menjadi bukti nyata bahwa keberadaan Al-Zaytun memiliki dua sisi pandangan yang berbeda. Jika dari luar banyak yang menyoroti sisi kontroversi dan perbedaan pemahaman, maka bagi warga lokal Gantar, Al-Zaytun adalah pilar ekonomi, identitas wilayah, dan sumber penghidupan yang tak tergantikan. Bagi masyarakat Gantar, keberadaan lembaga ini telah membuktikan bahwa pendidikan dan ekonomi bisa berjalan beriringan, membawa kemajuan yang merata. Dukungan yang mengalir dari warga sekitar menjadi kekuatan moral tersendiri, yang menegaskan bahwa di tengah segala polemik, ada ribuan warga yang berterima kasih dan berharap agar Al-Zaytun tetap berdiri kokoh, terus berkarya, dan membawa kesejahteraan yang lebih luas lagi bagi masyarakat Indramayu.

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !