A Imbas Pembatalan 7 Perjalanan KRL, Penumpang Mengaku Berdesakan hingga Harus Berjinjit - FAKTA HARI INI

Imbas Pembatalan 7 Perjalanan KRL, Penumpang Mengaku Berdesakan hingga Harus Berjinjit

Penampakan kepadatan penumpang KRL di Stasiun Depok Baru imbas 7 perjalanan kereta dibatalkan (Foto: Threads/@choirunisanurr)

 

Imbas Pembatalan 7 Perjalanan KRL, Penumpang Mengaku Berdesakan hingga Harus Berjinjit

JAKARTA – Pembatalan tujuh perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line lintas Bogor–Jakarta Kota pada Senin pagi, 19 Oktober 2026, menyebabkan kepadatan penumpang di sejumlah stasiun. Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para pengguna KRL, termasuk seorang penumpang bernama Choirunisa yang harus berdesakan saat menunggu dan menaiki kereta dari Stasiun Depok Baru.

Kepadatan terjadi pada jam sibuk ketika banyak masyarakat berangkat bekerja. Sejumlah rangkaian KRL yang tiba di stasiun sudah dipenuhi penumpang, sehingga kapasitas untuk menaikkan penumpang dari peron menjadi sangat terbatas.

Penumpang Menunggu hingga Kedatangan Kereta Keenam

Choirunisa menuturkan bahwa dirinya tiba di Stasiun Depok Baru sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, peron telah dipadati penumpang yang menunggu kedatangan Commuter Line menuju Jakarta.

Menurut pengalamannya, setiap kereta yang datang hanya memungkinkan sekitar tiga hingga lima orang masuk melalui masing-masing pintu karena kondisi di dalam gerbong sudah sangat penuh. Ia pun baru berhasil naik pada kedatangan KRL keenam.

Choirunisa kemudian menaiki gerbong khusus wanita. Kepadatan di dalam gerbong membuat pergerakan penumpang menjadi sulit. Bahkan, sejumlah penumpang yang hendak turun harus meminta penumpang lain bergeser agar dapat mencapai pintu.

Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai situasi yang sangat sesak. Dalam unggahannya di media sosial Threads, Choirunisa menceritakan bahwa dirinya sampai harus berjinjit karena ruang gerak di dalam kereta sangat terbatas.

Setelah perjalanan berlanjut dan penumpang mulai turun di Stasiun Pasar Minggu, kepadatan berangsur berkurang. Meski demikian, Choirunisa mengaku sudah merasa lemas ketika tiba di kantor akibat beratnya kondisi perjalanan pada pagi itu.

Tujuh Perjalanan KRL Dibatalkan

Kepadatan tersebut terjadi setelah KAI Commuter mengumumkan pembatalan tujuh perjalanan KRL pada lintas Bogor atau jalur merah (Red Line). Penyesuaian pola operasi dilakukan karena adanya perawatan sarana kereta yang masih ditangani petugas terkait.

Melalui pengumuman di akun media sosial resminya pada Senin, KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna. Perusahaan juga mengimbau penumpang untuk mengikuti arahan petugas selama perjalanan.

Berikut tujuh perjalanan KRL yang dibatalkan pada 19 Oktober 2026:

  • KA 1157 rute Bogor–Jakarta Kota, jadwal keberangkatan pukul 04.03 WIB.
  • KA 1124F rute Depok–Bogor, jadwal keberangkatan pukul 05.33 WIB.
  • KA 1154 rute Jakarta Kota–Bogor, jadwal keberangkatan pukul 05.36 WIB.
  • KA 1195F rute Cilebut–Jakarta Kota, jadwal keberangkatan pukul 06.22 WIB.
  • KA 1013A rute Bogor–Manggarai, jadwal keberangkatan pukul 07.16 WIB.
  • KA 1192F rute Jakarta Kota–Depok, jadwal keberangkatan pukul 07.48 WIB.
  • KA 1014 rute Manggarai–Bogor, jadwal keberangkatan pukul 08.37 WIB.

Perjalanan Lain Disebut Tetap Berjalan Normal

KAI Commuter menyatakan bahwa perjalanan Commuter Line lainnya tidak terdampak pembatalan tersebut dan tetap berjalan normal. Meski demikian, perubahan jadwal pada lintas Bogor berdampak pada penumpang yang mengandalkan layanan tersebut untuk beraktivitas pada pagi hari.

Peristiwa ini kembali menyoroti tantangan yang dihadapi pengguna KRL saat jam sibuk, terutama ketika terjadi penyesuaian perjalanan. Kepadatan di peron maupun di dalam gerbong dapat membuat proses naik dan turun penumpang menjadi lebih sulit.

KAI Commuter mengingatkan pengguna agar memperhatikan informasi perjalanan dan mengikuti arahan petugas. Penyesuaian operasional dilakukan sehubungan dengan perawatan sarana, sementara keselamatan dan keandalan kereta tetap menjadi perhatian dalam penyelenggaraan layanan.

Pengalaman Choirunisa menggambarkan dampak langsung pembatalan perjalanan terhadap mobilitas penumpang. Bagi pengguna yang berangkat pada jam sibuk, berkurangnya perjalanan yang tersedia dapat membuat waktu tunggu lebih panjang dan perjalanan terasa lebih melelahkan.

Jurnalis: Danilo Fernandes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !