Peristiwa ledakan yang terjadi di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, pada Rabu (14/10/2026), masih dalam penyelidikan kepolisian. Insiden tersebut mengakibatkan 13 orang menjadi korban, dengan rincian dua orang meninggal dunia dan 11 lainnya mengalami luka-luka. Aparat kepolisian bersama tim laboratorium forensik terus melakukan pemeriksaan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan yang mengguncang kawasan perdagangan tersebut.
Sejumlah fakta baru terungkap setelah petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan pada Kamis (15/10/2026). Tim penyidik mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk 18 unit kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV), perangkat perekam, tabung gas etilen, potongan selang penyalur gas, serta sebuah dinamo. Seluruh temuan tersebut akan dianalisis untuk membantu mengungkap rangkaian kejadian sebelum dan saat ledakan berlangsung.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Imron Ermawan, menjelaskan bahwa penyitaan kamera pengawas dilakukan untuk memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai kondisi di sekitar lokasi sebelum insiden terjadi. Rekaman CCTV dari berbagai sudut diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai aktivitas di dalam maupun di sekitar bangunan yang terdampak.
Penyidik juga mengamankan perangkat perekam atau decoder yang menyimpan rekaman kamera pengawas tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri aktivitas di lokasi dan mencocokkannya dengan temuan fisik yang diperoleh saat olah TKP. Polisi turut mendalami berbagai kemungkinan penyebab ledakan, termasuk kemungkinan adanya unsur kesengajaan, tanpa terlebih dahulu menarik kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan selesai.
Salah satu temuan yang menjadi perhatian dalam penyelidikan adalah tabung gas etilen berkapasitas sekitar 52 kilogram yang ditemukan di lokasi. Gas tersebut diketahui digunakan dalam proses pematangan buah, termasuk pisang, sebelum didistribusikan ke pasar. Keberadaan tabung tersebut menjadi bagian penting dari pemeriksaan karena lokasi ledakan diduga berasal dari ruangan yang digunakan untuk proses pematangan buah.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Susatyo Purnomo Condro, sebelumnya menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan ledakan tersebut bukan berasal dari bom. Meski demikian, penyebab pasti insiden masih harus ditentukan melalui penyelidikan lebih lanjut dan pemeriksaan ilmiah terhadap barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.
Selain tabung etilen, tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri menemukan potongan selang penyalur gas dan sebuah dinamo. Komponen tersebut akan diperiksa untuk mengetahui kondisi instalasi dan kemungkinan adanya kerusakan yang dapat memicu percikan api. Pemeriksaan juga mencakup instalasi listrik di sekitar ruangan yang diduga menjadi pusat ledakan.
Tim forensik masih mengumpulkan berbagai bukti untuk menyusun gambaran yang lebih utuh mengenai penyebab insiden. Pemeriksaan terhadap komponen peralatan, kondisi ruangan, serta rekaman CCTV diperlukan agar kesimpulan yang diambil berdasarkan hasil analisis dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dari sisi korban, kepolisian mencatat sebanyak 13 orang terdampak dalam peristiwa tersebut. Dua orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan 11 korban lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Beberapa korban mengalami luka berat, termasuk luka bakar serius, sementara korban lainnya mengalami luka akibat serpihan material.
Para korban mendapatkan penanganan medis di RSUD Tangerang Selatan, Rumah Sakit Sari Asih, dan RS Fatmawati. Penanganan terhadap korban menjadi bagian penting setelah ledakan menyebabkan kerusakan pada bangunan di kawasan pasar. Peristiwa tersebut juga menimbulkan kekhawatiran bagi pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Ledakan yang terjadi sekitar pukul 18.15 WIB pada Rabu malam itu membuat petugas melakukan pengamanan serta pemeriksaan di area terdampak. Proses olah TKP dilakukan secara bertahap karena penyidik dan tim forensik perlu memeriksa sejumlah titik serta mengumpulkan bukti yang relevan. Pemeriksaan lanjutan diharapkan dapat memperjelas sumber ledakan dan faktor yang menyebabkan insiden tersebut.
Di tengah proses penyelidikan, aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Cimanggis juga menjadi perhatian. Pasar tersebut merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat yang ramai digunakan untuk transaksi jual beli, termasuk pada sore hingga dini hari. Setelah proses pemeriksaan TKP selesai, petugas mulai melakukan pembersihan dan perbaikan di area terdampak agar kegiatan perdagangan dapat kembali berlangsung secara bertahap.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan dalam penggunaan gas dan peralatan pendukung di tempat penyimpanan maupun pengolahan buah. Penggunaan tabung gas, instalasi penyalur, serta perangkat listrik perlu disertai pemeriksaan berkala dan prosedur pengoperasian yang sesuai. Namun, dalam kasus ini, penyebab ledakan belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan forensik selesai.
Pengelola tempat usaha juga perlu memastikan bahwa ruangan penyimpanan dan pematangan buah memenuhi ketentuan keselamatan yang berlaku. Penempatan tabung, kondisi selang, sirkulasi udara, serta instalasi listrik merupakan sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan fasilitas yang menggunakan gas. Evaluasi terhadap aspek-aspek tersebut dapat dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan rekomendasi dari pihak berwenang.
Hingga perkembangan terakhir yang disampaikan pada Kamis (15/10/2026), polisi belum menetapkan penyebab pasti ledakan Pasar Cimanggis. Pemeriksaan terhadap 18 CCTV, perangkat perekam, tabung etilen, selang penyalur gas, dan dinamo masih menjadi bagian dari upaya mengungkap kejadian tersebut. Hasil penyelidikan selanjutnya diharapkan dapat menjelaskan secara terperinci faktor penyebab ledakan sekaligus menjadi dasar evaluasi keselamatan di kawasan perdagangan.
Masyarakat diharapkan menunggu hasil pemeriksaan resmi dari kepolisian dan tim forensik serta tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum bukti-bukti yang ada dianalisis secara menyeluruh. Pengungkapan perkara secara transparan dan berdasarkan bukti menjadi langkah penting untuk memberikan kepastian kepada para korban, keluarga korban, pedagang, serta masyarakat luas.
Jurnalis : Damara Rizky Elisyah
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !