DUMAI – Bareskrim Polri kembali mencetak prestasi gemilang dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika.
Tim jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba berhasil melakukan pengungkapan besar-besaran yang berhasil menggagalkan pergerakan sindikat internasional yang beroperasi di wilayah Dumai, Riau.Kamis 30 April 2026.
Dalam operasi yang sangat strategis ini, pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti dengan jumlah yang fantastis, yang menjadi bukti nyata betapa masifnya jaringan kejahatan yang berhasil dihancurkan.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, menegaskan bahwa operasi ini menyasar jaringan kriminal lintas batas negara yang menghubungkan Malaysia dan Indonesia. Sindikat ini dikenal memiliki modus operandi yang licik dan canggih demi menghindari pantauan dan deteksi aparat.
“Kami menindaklanjuti laporan dan intelijen yang masuk, lalu kami gelar operasi penangkapan yang menyasar jaringan Malaysia–Indonesia. Mereka menggunakan modus operandi yang disebut ‘tempel’ sebagai upaya untuk menghindari deteksi,” ujar Brigjen Eko Hadi Santoso.
Modus “tempel” tersebut merupakan taktik penyelundupan yang dilakukan dengan cara menyamarkan atau menyatukan barang haram tersebut bersama dengan komoditas lain yang legal, sehingga sulit terdeteksi melalui pemeriksaan rutin.
Langkah tegas ini menunjukkan kesiapan dan kewaspadaan tinggi Polri dalam menjaga perbatasan negara dari ancaman bahaya narkoba.
Pihak kepolisian memastikan akan terus melakukan pembersihan menyeluruh dan penindakan tegas terhadap setiap upaya penyelundupan, demi melindungi generasi bangsa dan kedaulatan wilayah hukum Indonesia.
Reporter by Sutarno
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !