Dinkes DKI Soroti Makin Mudanya Usia Pasien Cuci Darah, Warga Diimbau Tak Sembarangan Konsumsi Obat

 

Dinkes DKI Soroti Makin Mudanya Usia Pasien Cuci Darah, Warga Diimbau Tak Sembarangan Konsumsi Obat

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyoroti perubahan usia pasien yang menjalani layanan cuci darah. Jika selama ini layanan tersebut lebih banyak dikaitkan dengan kelompok usia lanjut, kini pasien usia produktif bahkan sekitar 20 tahun juga disebut sudah banyak ditemukan menjalani cuci darah di rumah sakit.

Wakil Kepala Dinkes DKI Jakarta Safitri Handayana mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Salah satu hal yang disoroti adalah kebiasaan masyarakat melakukan self-diagnose atau mendiagnosis kondisi kesehatan sendiri, kemudian membeli dan mengonsumsi obat tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Menurut Safitri, masyarakat masih cukup mudah memperoleh obat untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan ringan. Ketika mengalami pusing atau gangguan kesehatan tertentu, misalnya, sebagian orang memilih langsung membeli obat di warung atau tempat penjualan obat tanpa memeriksakan kondisi terlebih dahulu ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Kebiasaan tersebut dinilai perlu diwaspadai karena penggunaan obat yang tidak sesuai kebutuhan maupun tanpa pengawasan tenaga kesehatan dapat menimbulkan risiko bagi tubuh. Karena itu, masyarakat diingatkan agar tidak menjadikan pengobatan mandiri sebagai pilihan utama tanpa mengetahui penyebab keluhan yang dialami.

Safitri juga mengaitkan imbauan tersebut dengan meningkatnya perhatian terhadap gangguan kesehatan berat, termasuk penyakit yang dapat menyebabkan seseorang membutuhkan layanan cuci darah. Ia menyebut usia pasien yang menggunakan layanan tersebut kini tidak hanya berasal dari kelompok yang lebih tua.

“Rentang usia yang mengakses layanan cuci darah bukan semakin tua, tetapi semakin muda. Di rumah sakit, usia sekitar 20 tahun sudah banyak yang melakukan cuci darah,” ujar Safitri dalam kegiatan World Pharmacists Day 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebutuhan terhadap layanan kesehatan juga dapat memberikan tekanan terhadap sumber daya pemerintah daerah. Oleh sebab itu, upaya menjaga kesehatan perlu dilakukan sejak usia muda, termasuk dengan lebih berhati-hati dalam menggunakan obat.

Dinkes DKI Jakarta mendorong masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia apabila mengalami keluhan kesehatan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini memiliki berbagai fasilitas kesehatan yang dapat digunakan masyarakat, mulai dari rumah sakit hingga pusat kesehatan masyarakat.

Berdasarkan keterangan Dinkes DKI, Jakarta memiliki 192 rumah sakit, 44 puskesmas kecamatan, dan 292 puskesmas pembantu. Selain itu, terdapat Pasukan Putih yang dapat memberikan pelayanan kesehatan dengan mendatangi rumah warga.

Dengan tersedianya fasilitas tersebut, masyarakat diharapkan tidak terburu-buru membeli obat secara mandiri ketika mengalami keluhan. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dapat membantu menentukan kondisi yang dialami sekaligus memberikan arahan mengenai penanganan yang sesuai.

Dinkes DKI juga mendorong para kader kesehatan untuk ikut menyampaikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan obat secara bijak. Informasi tersebut dinilai penting agar masyarakat semakin memahami risiko penggunaan obat tanpa pengetahuan yang memadai.

Imbauan tersebut menjadi semakin relevan di tengah kemudahan masyarakat memperoleh informasi kesehatan melalui internet dan media sosial. Informasi mengenai gejala penyakit maupun obat yang beredar di ruang digital tidak selalu dapat dijadikan dasar untuk menentukan diagnosis atau memilih obat secara mandiri.

Karena itu, masyarakat diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait kesehatan. Keluhan yang tampak ringan belum tentu memiliki penyebab yang sama pada setiap orang, sehingga pemeriksaan dan konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap diperlukan ketika kondisi membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Dinkes DKI berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan dapat ditingkatkan sejak usia muda. Selain menerapkan pola hidup sehat, penggunaan obat secara tepat dan tidak sembarangan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan serta mencegah munculnya masalah kesehatan yang lebih serius.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !