Pasien dalam Ambulans yang Sempat Terhalang Mobil BYD di Solo Meninggal Dunia

Foto: Tangkapan layar video ambulan dihalangi mobil di Jalan Yos Sudarso, Kota Solo, Senin (21/9/2026).

Pasien dalam Ambulans yang Sempat Terhalang Mobil BYD di Solo Meninggal Dunia

Solo – Kabar duka datang dari pasien lansia yang sebelumnya menjadi perhatian setelah ambulans yang membawanya menuju rumah sakit sempat terhalang sebuah mobil BYD di Jalan Yos Sudarso, Kota Solo, Jawa Tengah. Pasien bernama Suparjo tersebut meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Dr. Moewardi.

Suparjo dinyatakan meninggal pada Rabu, 23 September 2026 sekitar pukul 07.30 WIB. Kabar tersebut disampaikan oleh Wirawan, Ketua Relawan Saber yang juga mengemudikan ambulans saat membawa pasien dari wilayah Blimbing, Sukoharjo, menuju RSUD Dr. Moewardi Solo.

Menurut keterangan Wirawan, keluarga pasien menghubunginya setelah mendapat kabar mengenai kondisi Suparjo. Pihak keluarga kemudian meminta bantuan relawan untuk menjemput almarhum dari rumah sakit dan mengantarkannya ke rumah duka di Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo.

Sebelum meninggal dunia, Suparjo diketahui sudah berada dalam kondisi kritis ketika dibawa menggunakan ambulans. Pasien disebut mengalami komplikasi dan penurunan kesadaran sehingga membutuhkan penanganan di rumah sakit rujukan.

Ambulans Sempat Terhalang Mobil

Peristiwa yang melibatkan ambulans tersebut terjadi pada Senin, 21 September 2026. Saat itu, ambulans relawan Saber membawa Suparjo dari Blimbing, Sukoharjo, menuju RSUD Dr. Moewardi Solo.

Ketika melintas di Jalan Yos Sudarso, ambulans berada di belakang sebuah mobil listrik BYD berwarna putih. Dalam rekaman yang kemudian beredar di media sosial, ambulans terlihat membunyikan sirene dan klakson untuk meminta kendaraan di depannya memberikan jalan.

Pengemudi ambulans, Wirawan, mengatakan kondisi pasien saat itu membutuhkan penanganan segera. Ambulans berangkat sekitar pukul 09.12 WIB dan kemudian tiba di RSUD Dr. Moewardi sekitar pukul 09.36 WIB.

Kejadian tersebut menjadi perhatian setelah rekaman dari kamera ambulans beredar di media sosial. Polisi kemudian melakukan penelusuran terhadap kendaraan yang berada di depan ambulans dalam rekaman tersebut.

Pengemudi BYD Berikan Klarifikasi

Polresta Surakarta selanjutnya meminta keterangan dari pengemudi mobil BYD yang diketahui bernama Soeharso, berusia 79 tahun dan berdomisili di wilayah Grogol, Sukoharjo.

Dalam pemeriksaan, Soeharso menyampaikan bahwa dirinya tidak mendengar dengan jelas suara sirene ambulans. Kondisi lalu lintas yang ramai disebut turut menjadi salah satu hal yang membuat suara kendaraan darurat tidak terdengar dengan baik.

Soeharso kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada pengemudi ambulans. Kedua pihak juga telah melakukan pertemuan dan menyelesaikan persoalan tersebut melalui proses yang difasilitasi kepolisian.

Pengemudi Mobil Dikenai Tilang

Meskipun persoalan antara pengemudi ambulans dan pengemudi BYD telah diselesaikan secara baik, kepolisian tetap memberikan sanksi berupa tilang terhadap pengemudi kendaraan tersebut.

Kanit Gakkum Sat Lantas Polresta Surakarta AKP Kurniawan Triatmojo membenarkan pemberian sanksi tersebut. Penindakan dilakukan sesuai dengan ketentuan lalu lintas yang berlaku.

Polresta Surakarta juga menyampaikan bahwa kendaraan ambulans merupakan kendaraan yang memperoleh prioritas ketika sedang menjalankan tugas membawa pasien. Karena itu, pengguna jalan diharapkan memberikan ruang dan mendahulukan kendaraan darurat ketika mendengar sirene.

Pasien Sebelumnya dalam Kondisi Kritis

Terkait meninggalnya Suparjo, pihak relawan menyebut pasien memang sudah mengalami kondisi kesehatan yang serius sebelum perjalanan menuju rumah sakit. Pasien disebut mengalami komplikasi dan penurunan kesadaran sehingga membutuhkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit tipe A.

Dengan demikian, kabar meninggalnya Suparjo tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai akibat dari insiden ambulans yang sempat terhalang kendaraan. Pasien telah berada dalam kondisi kritis sebelum dibawa ke RSUD Dr. Moewardi dan kemudian menjalani perawatan hingga akhirnya meninggal dunia pada Rabu pagi.

Peristiwa ini menjadi perhatian mengenai pentingnya kesadaran seluruh pengguna jalan terhadap keberadaan kendaraan darurat. Memberikan ruang kepada ambulans yang sedang menjalankan tugas merupakan bagian penting dari keselamatan dan kelancaran pelayanan kegawatdaruratan di jalan raya.

Sementara itu, keluarga dan relawan kemudian mempersiapkan proses pemulangan almarhum Suparjo ke rumah duka di wilayah Sukoharjo. Pihak relawan juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga atas meninggalnya pasien tersebut.

Jurnalis : Danilo Fernandes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !