Banjir bandang menerjang wilayah Solok, Sumatera Barat, pada Senin malam, 21 September 2026. Bencana tersebut membuat warga panik dan harus berupaya menyelamatkan diri ketika arus banjir melanda permukiman. Ratusan rumah dilaporkan terdampak akibat kejadian tersebut.
Di tengah bencana tersebut, sejumlah warga menjadi korban dan membutuhkan penanganan medis. Salah satunya Muhammad Nurzein, warga berusia 56 tahun yang mengalami sejumlah cedera setelah banjir bandang menerjang wilayah tempat tinggalnya.
Nurzein sebelumnya mendapatkan perawatan di Semen Padang Hospital. Namun, karena kondisi dan cedera yang dialaminya membutuhkan penanganan lebih lanjut, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit M Djamil Padang pada Selasa, 22 September 2026.
Pihak RS M Djamil Padang menyampaikan bahwa Nurzein mengalami multiple trauma atau cedera pada beberapa bagian tubuh. Berdasarkan pemeriksaan medis, korban mengalami trauma pada bagian dada dan perut serta patah tulang terbuka pada bagian tumit kaki kanan.
Selain mengalami sejumlah cedera, Nurzein juga sempat mengalami syok hipovolemik. Kondisi tersebut kini telah membaik, tetapi korban masih membutuhkan pemantauan dan penanganan medis karena mengalami beberapa jenis cedera secara bersamaan.
Wakil Kepala Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan RS M Djamil Padang, Rizki Rasyidi, mengatakan pihak rumah sakit akan memberikan penanganan secara maksimal kepada korban. Tim medis akan menentukan prioritas berdasarkan kondisi pasien serta terus memantau perkembangan kesehatannya selama menjalani perawatan.
Sebagai rumah sakit rujukan, RS M Djamil Padang juga memastikan pelayanan terhadap korban bencana dilakukan sesuai kebutuhan medis masing-masing pasien. Penanganan dilakukan secara berkelanjutan melalui pemantauan kondisi, kesiapan tenaga medis, serta koordinasi dalam setiap tahapan perawatan.
Bencana banjir bandang tidak hanya menyebabkan kerusakan pada bangunan dan lingkungan, tetapi juga meninggalkan dampak yang harus dihadapi warga setelah air surut. Masyarakat yang terdampak harus berhadapan dengan kondisi rumah yang rusak, aktivitas yang terganggu, serta kebutuhan untuk mendapatkan bantuan dan pelayanan kesehatan.
Kondisi korban yang masih menjalani perawatan menjadi salah satu gambaran dampak kemanusiaan dari bencana yang terjadi di Solok. Penanganan terhadap korban menjadi bagian penting dalam proses tanggap darurat, terutama bagi mereka yang mengalami cedera dan membutuhkan perawatan lebih lanjut.
Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Ketika kondisi cuaca ekstrem dan hujan deras berpotensi meningkatkan risiko banjir, kewaspadaan masyarakat serta kesiapan petugas di lapangan menjadi bagian penting untuk mengurangi dampak yang mungkin terjadi.
Pasca-bencana, perhatian tidak hanya tertuju pada proses evakuasi dan penanganan korban, tetapi juga pada pemulihan warga yang terdampak. Pemantauan kondisi kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemulihan lingkungan dan tempat tinggal menjadi tahapan penting agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara bertahap.
Pemerintah daerah, petugas penanganan bencana, tenaga medis, dan masyarakat diharapkan terus berkoordinasi selama masa pemulihan. Sementara itu, perkembangan kondisi korban yang masih mendapatkan perawatan akan terus dipantau oleh pihak rumah sakit.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !