Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dahsyat yang menerjang wilayah Nepal terus bertambah. Hingga Rabu (26/8/2026), otoritas setempat melaporkan sedikitnya 95 orang meninggal dunia, sementara ratusan lainnya masih belum diketahui keberadaannya.
Bencana tersebut melanda wilayah di sekitar perbatasan Nepal dengan Tibet. Arus banjir yang datang secara tiba-tiba membawa material dan puing dalam jumlah besar sehingga menyebabkan kerusakan di sejumlah kawasan yang terdampak.
Juru bicara kepolisian Nepal, Abi Narayan Kafle, mengatakan sebanyak 28 anggota kepolisian juga masih dinyatakan hilang. Tim penyelamat terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan dengan menyisir sejumlah lokasi yang terdampak bencana.
Selain korban yang telah dinyatakan meninggal dan hilang, sekitar 403 orang yang berada di kawasan tersebut juga belum diketahui keberadaannya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 341 orang merupakan warga negara asing yang sedang berada di wilayah terdampak ketika bencana terjadi.
Besarnya dampak banjir bandang terlihat dari kesaksian seorang pilot helikopter yang berada di sekitar lokasi saat bencana berlangsung. Ia menggambarkan arus banjir datang dengan cepat dan memiliki ketinggian yang diperkirakan mencapai sekitar lima hingga enam meter.
Pilot tersebut awalnya melihat debu membumbung dari arah sungai dan mengira sedang terjadi tanah longsor. Namun, dalam waktu singkat, air berwarna gelap bercampur material dan puing terlihat bergerak deras melewati kawasan yang berada di sekitar aliran sungai.
Arus yang sangat kuat dilaporkan menyeret sejumlah benda berukuran besar. Pohon-pohon dan kendaraan terlihat terbawa aliran air, menunjukkan besarnya kekuatan banjir yang menerjang wilayah tersebut.
Kondisi tersebut membuat proses pencarian dan evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Petugas masih berupaya mendata korban serta mencari orang-orang yang hingga kini belum ditemukan. Informasi mengenai jumlah korban juga masih dapat berubah seiring berjalannya proses pencarian.
Bencana ini menjadi salah satu kejadian alam serius yang menimbulkan dampak besar bagi masyarakat maupun pengunjung yang berada di kawasan tersebut. Kehadiran ratusan warga negara asing di lokasi juga membuat proses pendataan menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana.
Pihak berwenang terus mengerahkan personel untuk membantu pencarian dan penanganan korban. Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan pemantauan kondisi wilayah yang masih terdampak banjir serta pendataan terhadap kerusakan yang terjadi.
Masyarakat yang memiliki keluarga atau kerabat di kawasan terdampak diharapkan mengikuti informasi dari otoritas setempat dan saluran resmi. Pendataan yang dilakukan petugas diperlukan untuk memastikan identitas korban maupun orang yang masih dinyatakan hilang.
Hingga saat ini, proses pencarian masih berlangsung. Jumlah korban meninggal dunia diperkirakan masih dapat berubah karena masih terdapat ratusan orang yang belum diketahui keberadaannya.
Jurnalis : Danilo Fernandes
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !