Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengunjungi Yudha, seorang kurir ojek online yang menjadi korban selamat dalam insiden ledakan hebat di Kompleks Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus memberikan dukungan moral kepada korban yang masih menjalani perawatan akibat luka-luka yang dideritanya setelah terkena dampak ledakan.
Yudha merupakan seorang kurir yang saat kejadian sedang melintas di depan rumah yang menjadi pusat ledakan untuk mengantarkan pesanan pelanggan. Tanpa diduga, ledakan besar terjadi ketika dirinya berada tepat di sekitar lokasi. Kerasnya ledakan membuat material bangunan beterbangan hingga mengenai tubuh dan sepeda motor yang dikendarainya. Akibat kejadian tersebut, Yudha mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Dalam kunjungannya, Rico Waas berbincang langsung dengan Yudha serta keluarganya. Ia memberikan semangat agar korban tetap optimistis menjalani proses pemulihan dan memastikan Pemerintah Kota Medan akan terus memantau perkembangan kondisi kesehatan korban. Rico juga menyampaikan apresiasi kepada tim medis yang telah memberikan penanganan cepat sehingga kondisi Yudha berangsur membaik.
Selain memberikan dukungan moral, Wali Kota Medan juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan seluruh korban memperoleh hak-haknya, termasuk pelayanan kesehatan yang maksimal. Menurutnya, keselamatan dan pemulihan para korban menjadi perhatian utama setelah musibah tersebut terjadi.
Rico Waas turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam insiden tersebut. Berdasarkan data terbaru, ledakan di rumah mewah kawasan Grand Polonia mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka-luka. Korban selamat terdiri atas penghuni rumah, seorang sopir, serta Yudha yang saat itu hanya kebetulan melintas untuk mengantarkan paket.
Terkait penyebab ledakan, Rico menjelaskan bahwa indikasi awal mengarah pada dugaan kebocoran gas di dalam rumah. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara dan aparat kepolisian. Pemerintah Kota Medan meminta masyarakat tidak berspekulasi hingga hasil investigasi resmi diumumkan.
Sementara itu, aparat kepolisian bersama tim Laboratorium Forensik masih melakukan serangkaian pemeriksaan di lokasi kejadian. Berbagai barang bukti telah diamankan untuk mengungkap penyebab ledakan yang menghancurkan sebagian besar bangunan rumah tersebut. Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan penyebab pasti sekaligus langkah hukum apabila ditemukan adanya unsur kelalaian.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya memastikan keamanan instalasi gas di lingkungan rumah tangga maupun bangunan komersial. Pemeriksaan instalasi secara berkala, penggunaan peralatan sesuai standar, serta kewaspadaan terhadap kebocoran gas menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa mendatang. Pemerintah Kota Medan juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebocoran gas agar dapat ditangani sebelum menimbulkan risiko yang lebih besar.
Jurnalis : Danilo Fernandes
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !