Gelombang aksi unjuk rasa yang menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertamax, berlangsung di sejumlah daerah, termasuk Jakarta dan Kendari. Massa yang didominasi oleh mahasiswa turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi mereka serta meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan yang dinilai dapat menambah beban ekonomi masyarakat di tengah kondisi harga kebutuhan pokok yang masih berfluktuasi.
Di Jakarta, mahasiswa dari berbagai organisasi dan elemen kampus menggelar aksi dengan membawa spanduk, poster, serta menyampaikan orasi di depan sejumlah titik strategis. Mereka menilai bahwa setiap kebijakan yang berkaitan dengan kenaikan harga BBM akan memberikan dampak berantai terhadap biaya transportasi, distribusi barang, hingga kenaikan harga kebutuhan sehari-hari yang pada akhirnya dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Sementara itu, aksi serupa juga berlangsung di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Massa mahasiswa melakukan long march dan menyampaikan tuntutan kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat agar mempertimbangkan kembali kebijakan terkait harga BBM. Mereka menilai bahwa kenaikan harga energi berpotensi memperburuk kondisi ekonomi masyarakat, khususnya kalangan pekerja, pelaku usaha kecil, dan mahasiswa yang bergantung pada mobilitas sehari-hari.
Dalam aksi tersebut, para demonstran menyampaikan bahwa kebijakan di sektor energi harus mempertimbangkan daya beli masyarakat serta kondisi perekonomian nasional. Mereka meminta pemerintah lebih mengutamakan solusi yang dapat menjaga stabilitas harga tanpa mengurangi akses masyarakat terhadap kebutuhan energi yang terjangkau. Selain itu, mahasiswa juga mendorong adanya transparansi mengenai dasar perhitungan penyesuaian harga BBM agar publik memperoleh informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Aparat keamanan melakukan pengamanan di lokasi aksi guna memastikan kegiatan berlangsung tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum. Petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas di beberapa ruas jalan yang menjadi titik konsentrasi massa untuk mengurangi kemacetan dan menjaga kelancaran aktivitas masyarakat. Secara umum, aksi berlangsung dengan pengawalan dari aparat meskipun sempat terjadi ketegangan saat massa menyampaikan tuntutannya di depan gedung pemerintahan.
Pengamat ekonomi menilai bahwa kebijakan mengenai harga BBM memang memiliki dampak luas terhadap berbagai sektor. Perubahan harga bahan bakar tidak hanya memengaruhi biaya transportasi, tetapi juga biaya produksi dan distribusi barang sehingga dapat berkontribusi terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok apabila tidak diimbangi dengan kebijakan pengendalian yang efektif.
Di sisi lain, pemerintah memiliki kewajiban menjaga keseimbangan antara keberlanjutan fiskal negara dan perlindungan terhadap daya beli masyarakat. Oleh karena itu, setiap kebijakan di bidang energi memerlukan perhitungan yang matang dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global, harga minyak dunia, serta kemampuan anggaran negara dalam memberikan subsidi maupun kompensasi kepada masyarakat.
Aksi mahasiswa di Jakarta dan Kendari menjadi salah satu bentuk penyampaian aspirasi publik terhadap kebijakan energi nasional. Berbagai pihak berharap dialog antara pemerintah dan perwakilan masyarakat dapat terus dilakukan sehingga setiap keputusan yang diambil mampu memberikan kepastian, menjaga stabilitas ekonomi, serta melindungi kepentingan masyarakat secara luas.
Jurnalis : Hanadia
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !