Rupiah Tertekan terhadap Dolar AS, Kebijakan Tarif Impor Trump Jadi Salah Satu Pemicu

Rupiah Tertekan terhadap Dolar AS, Kebijakan Tarif Impor Trump Jadi Salah Satu Pemicu

Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (24/7). Pelemahan mata uang Garuda dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal, salah satunya kebijakan tarif impor baru yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap puluhan negara mitra dagang, termasuk Indonesia. Kebijakan tersebut meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek perdagangan global dan memicu penguatan dolar AS di pasar internasional.

Berdasarkan data perdagangan, nilai tukar rupiah melemah sekitar 27 poin atau 0,15 persen ke level Rp17.963 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di kisaran Rp17.936 per dolar AS. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang diterbitkan Bank Indonesia juga menunjukkan pelemahan menjadi Rp17.973 per dolar AS dari posisi sebelumnya sebesar Rp17.915 per dolar AS. Kondisi tersebut mencerminkan masih tingginya tekanan eksternal terhadap pergerakan mata uang domestik.

Analis pasar uang menilai pelemahan rupiah tidak hanya dipicu oleh kebijakan tarif impor Amerika Serikat, tetapi juga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman (safe haven). Kebijakan tarif baru sebesar 10 persen hingga 12,5 persen terhadap sejumlah produk impor dinilai berpotensi memperlambat aktivitas perdagangan internasional sehingga meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan global. Situasi tersebut mendorong investor cenderung mengalihkan dananya ke aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS.

Selain faktor kebijakan perdagangan, data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja lebih kuat dari perkiraan turut memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), masih akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama. Kebijakan suku bunga tinggi biasanya membuat aset berbasis dolar menjadi lebih menarik bagi investor global sehingga mendorong penguatan mata uang Negeri Paman Sam.

Faktor lain yang ikut membebani pergerakan rupiah adalah kenaikan harga minyak mentah dunia. Harga minyak Brent yang sempat bergerak mendekati level 95 dolar AS per barel meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global. Bagi Indonesia yang masih mengimpor sebagian kebutuhan energi, kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan kebutuhan devisa sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar rupiah.

Meski demikian, para ekonom menilai fundamental ekonomi Indonesia masih relatif terjaga. Stabilitas inflasi, cadangan devisa yang memadai, serta komitmen Bank Indonesia dalam menjaga kestabilan nilai tukar menjadi faktor penting yang diharapkan mampu meredam tekanan terhadap rupiah. Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar valuta asing maupun pembelian surat berharga negara apabila diperlukan untuk menjaga kepercayaan pasar.

Pelaku pasar juga akan terus mencermati perkembangan negosiasi perdagangan internasional, arah kebijakan moneter The Fed, serta berbagai indikator ekonomi global dalam beberapa pekan mendatang. Ketiga faktor tersebut diperkirakan masih menjadi penentu utama pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga akhir tahun. Selama ketidakpastian global masih tinggi, volatilitas di pasar keuangan diperkirakan akan tetap terjadi.

Pemerintah bersama Bank Indonesia diharapkan terus memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dengan sinergi yang baik, diharapkan tekanan terhadap rupiah dapat diminimalkan sehingga aktivitas perdagangan, investasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional tetap berjalan secara sehat meskipun menghadapi tantangan dari dinamika ekonomi global.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya
Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !