Stasiun MRT Monas yang saat ini masih dalam tahap pembangunan akan menghadirkan salah satu elemen arsitektur paling menarik, yakni sebuah skylight berukuran besar yang dirancang menjadi ikon baru transportasi publik di Jakarta. Kehadiran fitur tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sumber pencahayaan alami bagi area bawah tanah, tetapi juga menjadi bagian dari konsep desain yang menggabungkan estetika modern dengan nilai sejarah kawasan Monumen Nasional (Monas).
Secara sederhana, skylight merupakan jendela yang dipasang pada bagian atap bangunan sehingga memungkinkan sinar matahari masuk ke dalam ruangan. Pada Stasiun MRT Monas, fasilitas ini dirancang berbentuk melingkar dengan diameter sekitar 10 meter dan ditempatkan di area pintu masuk yang dibuat lebih rendah atau menggunakan konsep sunken entrance. Desain tersebut memungkinkan cahaya matahari menerangi area stasiun secara alami sekaligus memberikan kesan ruang yang lebih terbuka dan nyaman bagi para penumpang.
Selain meningkatkan kenyamanan pengguna, keberadaan skylight juga memiliki manfaat dari sisi efisiensi energi. Dengan memanfaatkan pencahayaan alami pada siang hari, kebutuhan penggunaan lampu di sejumlah area stasiun dapat dikurangi. Konsep ini sejalan dengan penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan yang mulai banyak diterapkan pada infrastruktur transportasi modern di berbagai negara.
Tidak hanya berfungsi sebagai elemen arsitektur, skylight di Stasiun MRT Monas juga akan menjadi bagian dari ruang edukasi bagi masyarakat. Pengunjung nantinya dapat menikmati pengalaman berada di stasiun bawah tanah yang tetap memperoleh pencahayaan alami, sekaligus memahami bagaimana teknologi dan desain modern dapat dipadukan dengan pelestarian kawasan bersejarah. Konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman baru bagi pengguna transportasi publik maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan Monas.
Pembangunan Stasiun MRT Monas sendiri merupakan bagian dari proyek MRT Jakarta Fase 2A yang akan menghubungkan Bundaran HI hingga Kota. Stasiun bawah tanah ini dibangun pada kedalaman sekitar 15 hingga 18 meter dengan panjang mencapai sekitar 220 meter. Meski berada di kawasan cagar budaya, desain bangunan di atas permukaan tetap dibuat rendah agar tidak mengganggu pemandangan dan nilai historis kawasan Monumen Nasional.
Selain skylight, stasiun ini juga dirancang memiliki berbagai fasilitas modern seperti area pejalan kaki yang nyaman, sistem ventilasi yang terintegrasi, akses bagi penyandang disabilitas, hingga rencana konektivitas dengan Stasiun Gambir pada masa mendatang. Integrasi tersebut diharapkan semakin mempermudah mobilitas masyarakat serta memperkuat jaringan transportasi publik di ibu kota.
Dengan hadirnya desain yang mengutamakan fungsi, estetika, dan keberlanjutan, Stasiun MRT Monas diproyeksikan menjadi salah satu stasiun paling ikonik di jaringan MRT Jakarta. Kehadiran skylight diharapkan bukan hanya menjadi daya tarik visual, tetapi juga mencerminkan komitmen menghadirkan transportasi publik yang modern, ramah lingkungan, serta selaras dengan karakter kawasan bersejarah Jakarta.
Jurnalis : Danilo Fernandes
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !