Ratusan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bersama sejumlah elemen masyarakat sipil bergerak menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, untuk mengikuti aksi penyampaian pendapat pada Rabu (28/10/2026). Perjalanan massa menuju pusat Jakarta dilakukan dengan berbagai moda transportasi, termasuk angkutan kota (angkot) dan minibus yang telah disiapkan dari lingkungan kampus.
Massa mahasiswa sebelumnya berkumpul di kawasan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI. Dari lokasi tersebut, peserta aksi kemudian diberangkatkan secara bertahap menuju Jakarta. Sejumlah kendaraan digunakan untuk mengangkut mahasiswa yang akan bergabung dengan peserta aksi lainnya di kawasan Bundaran HI.
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari sejumlah pemberitaan di lokasi, puluhan angkot dan minibus dikerahkan untuk membawa massa. Liputan6.com mencatat terdapat 79 angkot dan 18 minibus yang digunakan untuk perjalanan tersebut. Selain menggunakan kendaraan yang telah disiapkan, sebagian mahasiswa juga bergerak menggunakan sepeda motor.
Perjalanan menuju Bundaran HI tidak sepenuhnya berlangsung tanpa hambatan. Setelah rombongan mencapai kawasan pusat Jakarta, sebagian mahasiswa tidak dapat melanjutkan perjalanan menggunakan angkot hingga titik utama aksi karena terdapat barikade aparat di sejumlah akses menuju Bundaran HI. Mahasiswa kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melalui ruas jalan yang dapat dilalui.
Sejumlah peserta aksi juga dilaporkan sempat tertahan di beberapa titik sebelum akhirnya bergabung dengan massa yang telah berada di sekitar Bundaran HI. Pergerakan mahasiswa dilakukan secara bertahap, sementara aparat kepolisian melakukan pengamanan dan pengaturan terhadap arus massa di kawasan tersebut.
Aksi yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda itu merupakan kegiatan yang melibatkan BEM UI bersama sejumlah elemen masyarakat sipil. Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI, Hafidz Hernanda, memperkirakan jumlah massa gabungan yang mengikuti aksi mencapai sekitar 12.000 orang. Dari lingkungan UI sendiri, massa yang diberangkatkan diperkirakan berkisar 800 hingga 1.000 mahasiswa.
Para peserta aksi membawa poster dan spanduk berisi tuntutan kepada pemerintah. Sebagian mahasiswa juga mengenakan pita serta lakban pada bagian lengan sebagai tanda pengenal selama perjalanan menuju lokasi demonstrasi. Setelah tiba di sekitar Bundaran HI, massa kemudian menyampaikan aspirasi melalui orasi dan membentangkan berbagai atribut organisasi maupun spanduk tuntutan.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa sejumlah isu nasional. Salah satu tuntutan yang mendapat perhatian adalah permintaan agar pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional. Selain itu, massa juga menyuarakan persoalan pengelolaan anggaran negara, biaya pendidikan, pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), serta perlindungan kebebasan berpendapat dan ruang sipil.
Mobilitas massa menuju Bundaran HI juga berdampak terhadap kondisi lalu lintas di sejumlah ruas Jakarta. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sebelumnya memperkirakan aksi tersebut dapat memicu kepadatan di kawasan Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, serta sejumlah ruas lain di Jakarta Pusat. Rekayasa lalu lintas diberlakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.
Kepolisian mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di sekitar lokasi aksi untuk mempertimbangkan rute alternatif dan menyesuaikan waktu perjalanan. Pengendara juga diminta mengikuti arahan petugas karena kondisi lalu lintas dapat berubah seiring pergerakan massa dan proses pengamanan demonstrasi.
Setelah tiba di kawasan Bundaran HI, sebagian massa mahasiswa kemudian bergabung dengan peserta aksi dari berbagai perguruan tinggi dan elemen masyarakat lainnya. Mereka menyampaikan aspirasi melalui orasi terbuka dan berbagai media ekspresi yang telah dipersiapkan. Sementara itu, pengamanan tetap dilakukan aparat untuk menjaga situasi di sekitar lokasi demonstrasi.
Perjalanan mahasiswa dari kampus menuju Bundaran HI dengan menggunakan angkot menjadi salah satu bagian dari rangkaian aksi #IndonesiaSadar pada 28 Oktober 2026. Hingga aksi berlangsung, massa terus berdatangan ke titik demonstrasi, sementara aparat melakukan pengaturan terhadap pergerakan peserta dan kondisi lalu lintas di sekitar kawasan pusat Jakarta.
Jurnalis : Damara Rizky Elisyah
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !