Komplotan pencuri kembali menggunakan modus ban kempis untuk menyasar pengendara mobil di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Dalam modus tersebut, pelaku membuat atau memanfaatkan kondisi ban kendaraan yang bermasalah untuk memaksa pengemudi berhenti, kemudian mengalihkan perhatian korban sebelum mengambil barang berharga dari dalam kendaraan.
Modus seperti ini dilakukan dengan melibatkan beberapa orang yang memiliki peran berbeda. Salah satu pelaku biasanya memberi tahu pengemudi bahwa ban mobilnya kempis atau mengalami masalah. Ketika korban mempercayai informasi tersebut dan menepikan kendaraan, pelaku lain bergerak untuk mengambil barang dari dalam mobil.
Dalam sejumlah kasus, pelaku bahkan mengikuti kendaraan korban dari beberapa arah. Setelah pengemudi berhenti dan turun untuk memeriksa kondisi ban, anggota komplotan lainnya dapat mendekati mobil dari sisi berbeda untuk membuka pintu atau mengambil tas yang berada di dalam kendaraan.
Kasus serupa pernah diungkap aparat di Bekasi ketika sebuah komplotan menyasar pemobil dengan cara memberitahukan bahwa ban kendaraan korban kempis. Setelah korban menepikan kendaraan dan memeriksa ban, seorang pelaku mengajak korban berbicara sebagai upaya mengalihkan perhatian, sementara pelaku lain mengambil tas dari dalam mobil.
Pola tersebut menunjukkan bahwa informasi mengenai ban kempis dapat digunakan sebagai cara untuk membuat pengemudi kehilangan fokus terhadap kondisi di dalam kendaraan. Pelaku tidak selalu melakukan kekerasan secara langsung, melainkan memanfaatkan kepanikan atau perhatian korban yang terpusat pada kerusakan kendaraan.
Pengendara yang menerima informasi mengenai ban kempis dari orang tidak dikenal karena itu perlu berhati-hati. Pengemudi sebaiknya tidak langsung berhenti di lokasi yang sepi hanya karena mendapat peringatan dari pengendara lain. Pemeriksaan kondisi kendaraan dapat dilakukan setelah mencari tempat yang ramai dan aman.
Jika memang harus turun dari kendaraan, pengemudi disarankan memastikan seluruh pintu mobil dalam keadaan terkunci serta tidak meninggalkan barang berharga di tempat yang mudah terlihat dari luar. Tas, dompet, telepon seluler, laptop, dan barang lainnya sebaiknya disimpan di tempat yang tidak mudah dijangkau.
Pengendara juga dapat memilih berhenti di bengkel, kantor polisi, area pom bensin, atau lokasi ramai lainnya ketika hendak memeriksa atau mengganti ban. Langkah tersebut dapat mengurangi risiko menjadi sasaran pelaku yang sengaja mengikuti kendaraan sejak sebelumnya.
Modus ban kempis bukan merupakan pola kejahatan baru dan sebelumnya juga telah beberapa kali digunakan di kawasan sekitar Jakarta dan Bekasi. Dalam praktiknya, pelaku memanfaatkan perhatian pengemudi yang terfokus pada ban untuk mengambil barang dari dalam kendaraan tanpa diketahui korban.
Masyarakat diimbau tetap waspada ketika berkendara, terutama saat menerima informasi mendadak dari orang yang tidak dikenal mengenai kondisi kendaraan. Kewaspadaan diperlukan bukan untuk mengabaikan masalah kendaraan, melainkan memastikan pemeriksaan dilakukan di tempat yang aman sehingga pengemudi tidak mudah dimanfaatkan oleh komplotan pencuri.
Jurnalis : Damara Rizky Elisyah
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !