Waspada! Sembilan Kecamatan di Jakarta Masuk Zona Rawan Longsor, Warga Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan

Waspada! Sembilan Kecamatan di Jakarta Masuk Zona Rawan Longsor, Warga Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor yang dapat terjadi di sejumlah wilayah ibu kota. Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), terdapat sembilan kecamatan yang masuk dalam kategori zona rawan gerakan tanah atau longsor, terutama saat intensitas curah hujan berada di atas kondisi normal.

Pemetaan tersebut dilakukan melalui metode overlay atau tumpang susun antara peta kerentanan gerakan tanah dengan prakiraan curah hujan bulanan. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur memiliki tingkat kerawanan kategori menengah. Artinya, longsor dapat terjadi terutama pada daerah yang berada di sekitar bantaran sungai, lereng, tebing jalan, maupun kawasan dengan kondisi tanah yang telah mengalami gangguan struktur.

Adapun sembilan kecamatan yang masuk dalam zona rawan longsor meliputi Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan di wilayah Jakarta Selatan. Sementara di Jakarta Timur, daerah yang masuk dalam kategori rawan yakni Kecamatan Kramat Jati dan Pasar Rebo.

BPBD DKI Jakarta menjelaskan bahwa status zona menengah tidak berarti longsor akan selalu terjadi, namun potensi tersebut meningkat ketika curah hujan tinggi berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, pemerintah daerah meminta para camat, lurah, serta masyarakat yang tinggal di wilayah rawan untuk terus memantau perkembangan cuaca dan segera melakukan langkah mitigasi apabila ditemukan tanda-tanda pergerakan tanah.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain munculnya retakan pada tanah, perubahan posisi bangunan, pohon atau tiang yang mulai miring, serta rembesan air yang tidak biasa dari lereng atau tebing. Apabila kondisi tersebut ditemukan, warga diimbau segera melapor kepada pihak berwenang agar dapat dilakukan penanganan lebih lanjut sebelum terjadi bencana yang lebih besar.

BPBD bersama sejumlah instansi terkait juga terus melakukan pemantauan dan upaya mitigasi, termasuk pengecekan kondisi bantaran sungai serta pemasangan penahan tanah sementara di sejumlah titik yang dianggap memiliki tingkat risiko tinggi. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi teknis lainnya juga terus dilakukan untuk memperkuat infrastruktur pengendali longsor di wilayah yang membutuhkan.

Masyarakat diharapkan tidak mengabaikan peringatan dini yang disampaikan pemerintah. Kesadaran dan kesiapsiagaan warga menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian material akibat bencana tanah longsor. Langkah sederhana seperti membersihkan saluran air, menghindari aktivitas di sekitar tebing saat hujan deras, serta memahami jalur evakuasi dapat membantu meminimalkan dampak bencana.

Dengan memasuki periode cuaca yang berpotensi disertai hujan intensitas tinggi, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan bekerja sama dalam menjaga keselamatan lingkungan sekitar. Upaya mitigasi yang dilakukan sejak dini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko terjadinya bencana di wilayah rawan longsor.

Jurnalis : Hanadia

author avatar
Wartawan Fakta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya
Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !