Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) mengungkapkan bahwa harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani dinilai belum kembali normal sejak diberlakukannya kebijakan ekspor satu pintu. Kondisi tersebut disebut telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap pendapatan petani sawit rakyat di berbagai daerah penghasil kelapa sawit di Indonesia.
Menurut SPKS, harga TBS yang masih berada di bawah harapan petani menyebabkan terjadinya penurunan pendapatan secara signifikan. Organisasi tersebut memperkirakan kerugian yang dialami petani sawit rakyat dapat mencapai sekitar Rp200 miliar setiap hari akibat selisih harga yang terjadi di lapangan. Angka tersebut mencerminkan besarnya dampak ekonomi yang dirasakan jutaan petani yang menggantungkan hidupnya pada sektor perkebunan kelapa sawit.
SPKS menilai bahwa kebijakan tata kelola ekspor yang diterapkan selama beberapa waktu terakhir telah memengaruhi rantai perdagangan minyak sawit dan turunannya. Meskipun tujuan kebijakan tersebut untuk menjaga pasokan dan stabilitas pasar domestik, pelaksanaannya dinilai masih menimbulkan berbagai kendala yang berdampak langsung terhadap harga TBS yang diterima petani.
Dalam praktiknya, harga TBS yang diterima petani sangat bergantung pada kondisi pasar minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) baik di dalam maupun luar negeri. Ketika terjadi hambatan dalam proses ekspor atau penyerapan produksi oleh industri, harga di tingkat petani cenderung mengalami tekanan. Akibatnya, keuntungan yang seharusnya dinikmati petani menjadi berkurang meskipun produksi perkebunan tetap berjalan.
SPKS juga menyoroti pentingnya pemerintah melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang berkaitan dengan ekspor komoditas sawit. Menurut mereka, keberlanjutan industri sawit nasional tidak hanya ditentukan oleh kinerja perusahaan besar, tetapi juga oleh kesejahteraan petani rakyat yang menjadi bagian terbesar dari rantai produksi kelapa sawit Indonesia.
Selain itu, petani berharap adanya mekanisme yang mampu menjamin harga TBS tetap berada pada tingkat yang wajar dan mencerminkan harga pasar yang sebenarnya. Transparansi dalam penetapan harga, penguatan kelembagaan petani, serta pengawasan terhadap rantai distribusi dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan petani memperoleh nilai ekonomi yang lebih adil dari hasil panen mereka.
Industri kelapa sawit merupakan salah satu sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional, baik melalui ekspor maupun penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, berbagai pihak mendorong agar kebijakan yang diterapkan pemerintah dapat menciptakan keseimbangan antara kepentingan negara, pelaku industri, dan kesejahteraan petani sebagai ujung tombak produksi.
SPKS berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah-langkah perbaikan yang mampu mempercepat pemulihan harga TBS di tingkat petani. Dengan harga yang lebih baik, petani diyakini dapat meningkatkan produktivitas kebun, memperbaiki kesejahteraan keluarga, serta menjaga keberlanjutan sektor sawit nasional dalam jangka panjang.
Jurnalis : Hanadia
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !