Serangan Houthi Ganggu Bandara Riyadh, Kemenhub Pastikan Sejumlah Penerbangan Langsung Indonesia-Arab Saudi Tetap Berjalan

Serangan Houthi Ganggu Bandara Riyadh, Kemenhub Pastikan Sejumlah Penerbangan Langsung Indonesia-Arab Saudi Tetap Berjalan

Aktivitas penerbangan di Arab Saudi mengalami gangguan setelah serangan kelompok Houthi menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Situasi tersebut memicu pembatalan sejumlah penerbangan internasional dan penyesuaian jadwal perjalanan. Meski demikian, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan bahwa sejumlah penerbangan langsung dari Indonesia menuju Arab Saudi masih beroperasi, khususnya pada rute menuju Jeddah.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi keamanan dan dampaknya terhadap operasional penerbangan. Berdasarkan keterangan Kemenhub pada Selasa, 13 Oktober 2026, penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air menuju Jeddah serta penerbangan Saudia pada rute yang dilaporkan masih berjalan.

Kendati demikian, kondisi penerbangan yang terhubung dengan Riyadh tidak sepenuhnya normal. Sejumlah penerbangan transit mengalami pembatalan, pengalihan rute, maupun penyesuaian jadwal. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi penumpang dari Indonesia yang menggunakan penerbangan lanjutan melalui sejumlah bandara internasional sebelum mencapai tujuan akhir.

Sejumlah Maskapai Melakukan Penyesuaian Penerbangan

Gangguan penerbangan juga berdampak pada sejumlah maskapai internasional. Qatar Airways membatalkan beberapa penerbangan antara Doha dan Riyadh pada 9 dan 10 Oktober 2026. Sementara itu, Emirates turut membatalkan sejumlah layanan menuju dan dari beberapa kota di Arab Saudi pada periode tertentu.

Sejumlah maskapai lain juga mengambil langkah penyesuaian untuk mengantisipasi risiko keamanan. Lufthansa Group membatalkan penerbangan menuju Riyadh hingga 16 Oktober, sedangkan Air France-KLM memperpanjang penangguhan layanan dari dan menuju ibu kota Arab Saudi tersebut hingga akhir Oktober 2026.

Situasi ini menunjukkan bahwa dampak serangan tidak hanya dirasakan oleh bandara yang menjadi sasaran, tetapi juga berpengaruh terhadap konektivitas penerbangan internasional. Penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan melalui Riyadh perlu memperhatikan kemungkinan perubahan jadwal, rute, maupun ketersediaan penerbangan lanjutan.

Operasional Bandara Riyadh Terganggu

Bandara Internasional King Khalid di Riyadh mengalami gangguan operasional serius setelah serangkaian serangan terjadi. Data perusahaan analisis penerbangan Cirium yang dikutip dalam pemberitaan menunjukkan hampir seluruh penerbangan terjadwal di bandara tersebut dibatalkan pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Pada Senin, 12 Oktober 2026, gangguan masih berlanjut. Situasi keamanan mendorong otoritas penerbangan sipil Arab Saudi memperpanjang penghentian operasional bandara untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan fasilitas serta kesiapan operasional memenuhi persyaratan keselamatan.

Serangan tersebut juga menjadi perhatian otoritas penerbangan internasional. Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat meminta maskapai negaranya meningkatkan kehati-hatian ketika terbang menuju atau melintasi wilayah udara Arab Saudi. Langkah ini mencerminkan pentingnya penilaian risiko keamanan dalam menentukan kelayakan suatu penerbangan.

Penumpang Indonesia Diminta Memeriksa Jadwal Keberangkatan

Kemenhub mengimbau masyarakat yang mempunyai rencana perjalanan ke Arab Saudi agar tidak hanya mengandalkan jadwal keberangkatan awal. Penumpang, terutama yang menggunakan penerbangan transit, perlu memeriksa kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai dan memastikan apakah terdapat perubahan jadwal atau rute perjalanan.

Penumpang juga disarankan menghubungi maskapai apabila penerbangan lanjutan mengalami perubahan. Langkah ini diperlukan untuk memperoleh informasi mengenai pilihan perjalanan, penanganan tiket, serta ketentuan yang berlaku apabila penerbangan dibatalkan atau dialihkan.

Lukman menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas. Kemenhub juga berkoordinasi dengan maskapai dan pihak terkait untuk memperoleh informasi terbaru serta mendorong agar penumpang yang terdampak mendapatkan penjelasan dan penanganan yang memadai.

Pemerintah turut mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan situasi keamanan dapat berubah sewaktu-waktu sehingga informasi resmi dari otoritas penerbangan dan maskapai perlu menjadi acuan sebelum masyarakat melanjutkan perjalanan.

Dengan demikian, meskipun sejumlah penerbangan langsung dari Indonesia menuju Jeddah dilaporkan masih beroperasi, perjalanan menuju Riyadh maupun perjalanan transit yang berkaitan dengan bandara tersebut tetap menghadapi risiko gangguan. Calon penumpang perlu memastikan status penerbangan masing-masing sebelum berangkat dan mengikuti arahan resmi demi menjaga keamanan perjalanan.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !