Pramono Ungkap Penyebab Banyaknya Keluhan SPMB, Soroti Keterbatasan Daya Tampung Sekolah Negeri

Pramono Ungkap Penyebab Banyaknya Keluhan SPMB, Soroti Keterbatasan Daya Tampung Sekolah Negeri

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menanggapi berbagai keluhan masyarakat terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026. Menurutnya, persoalan yang muncul bukan disebabkan oleh adanya perubahan besar dalam mekanisme penerimaan siswa baru, melainkan karena keterbatasan daya tampung sekolah negeri, khususnya sekolah-sekolah yang selama ini menjadi pilihan utama masyarakat.

Pramono menjelaskan bahwa sistem penerimaan murid baru yang diterapkan saat ini pada dasarnya tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun demikian, tingginya jumlah pendaftar yang tidak sebanding dengan kapasitas sekolah negeri menyebabkan sebagian calon peserta didik tidak dapat diterima di sekolah yang menjadi pilihan mereka. Kondisi tersebut akhirnya memunculkan berbagai keluhan dari orang tua maupun calon siswa yang merasa belum memperoleh sekolah sesuai harapan.

Dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, sejumlah masyarakat menyampaikan keberatan terkait hasil seleksi yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti usia calon peserta didik, nilai akademik, hingga sistem desil yang digunakan dalam proses seleksi. Meskipun seluruh mekanisme telah mengacu pada ketentuan yang berlaku, tidak sedikit peserta yang akhirnya gagal diterima di sekolah negeri pilihan mereka karena persaingan yang sangat ketat.

Menurut Pramono, persoalan utama selama ini selalu berulang pada tingginya minat masyarakat terhadap sejumlah sekolah negeri yang dianggap memiliki kualitas unggul atau berstatus sekolah favorit. Sementara itu, jumlah ruang kelas maupun kapasitas penerimaan siswa baru masih terbatas sehingga tidak mampu mengakomodasi seluruh pendaftar yang memenuhi persyaratan. Akibatnya, sebagian siswa harus dialihkan ke sekolah lain yang masih memiliki kuota meskipun masih berada dalam wilayah domisili yang sama.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memahami kekecewaan yang dirasakan sebagian masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah akan melakukan evaluasi bersama Dinas Pendidikan untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang muncul selama proses SPMB berlangsung. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah perbaikan sehingga pelaksanaan penerimaan siswa baru pada tahun-tahun berikutnya menjadi lebih baik, transparan, dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh peserta.

Selain melakukan evaluasi terhadap mekanisme pelaksanaan, pemerintah daerah juga akan terus mengkaji kebutuhan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan. Penambahan ruang belajar, pembangunan sekolah baru, serta peningkatan kapasitas sekolah yang sudah ada dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketimpangan antara jumlah lulusan dengan daya tampung sekolah negeri di Jakarta.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengajak masyarakat untuk melihat kualitas pendidikan secara lebih luas dan tidak hanya berfokus pada sekolah-sekolah tertentu. Pemerintah terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan di seluruh sekolah negeri melalui peningkatan kualitas tenaga pendidik, penyediaan fasilitas belajar yang lebih baik, pemanfaatan teknologi pendidikan, serta penguatan kurikulum agar kualitas layanan pendidikan semakin merata.

Pramono berharap seluruh pihak dapat memahami bahwa proses penerimaan siswa baru merupakan bagian dari sistem yang harus menyesuaikan dengan kapasitas yang tersedia. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola pendidikan melalui evaluasi yang berkelanjutan, sehingga setiap anak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa terkendala oleh keterbatasan fasilitas maupun daya tampung sekolah.

Melalui koordinasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pendidikan, sekolah, serta partisipasi masyarakat, diharapkan berbagai permasalahan yang muncul selama pelaksanaan SPMB dapat diselesaikan secara bertahap. Dengan demikian, sistem penerimaan murid baru di masa mendatang diharapkan mampu berjalan lebih efektif, transparan, akuntabel, dan memberikan pelayanan pendidikan yang semakin baik bagi seluruh warga Jakarta.

Jurnalis : Nurul

author avatar
Wartawan Fakta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya
Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !