Polisi masih mencari potongan tulang dari jasad Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, Arshaka Ghafa El Faezya (4), yang diduga dibunuh oleh suami siri Dini, Dwi Bagus, di Madiun, Jawa Timur. Pencarian dilakukan di sekitar lokasi yang diduga menjadi tempat pembakaran jasad kedua korban.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur Kombes Roy H M Sihombing mengatakan penyidik masih melakukan pencarian terhadap bagian tubuh korban yang kemungkinan tersisa setelah jasad keduanya dibakar. Sejumlah barang bukti dalam perkara tersebut telah diamankan polisi.
Menurut Roy, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, jasad Dini dan anaknya diduga dibakar sebanyak dua kali setelah keduanya dibunuh. Pembakaran pertama disebut dilakukan di belakang pekarangan rumah Dwi Bagus.
Setelah pembakaran pertama, jasad kedua korban diduga dimasukkan ke dalam mesin penggiling daging. Jasad tersebut kemudian kembali dibakar sebelum muncul rencana untuk membuangnya ke laut.
Polisi kini berupaya menemukan potongan-potongan tulang yang mungkin masih berada di sekitar tempat kejadian perkara. Pencarian tersebut menjadi bagian dari proses penyidikan untuk melengkapi barang bukti sekaligus mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa yang menimpa kedua korban.
Roy menjelaskan, penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut. Namun, masih terdapat bagian dari jasad korban yang belum ditemukan sehingga pencarian di sekitar lokasi terus dilakukan.
Dari hasil penyelidikan sementara, Dwi Bagus diduga terlebih dahulu membunuh Dini di sebuah kamar hotel di wilayah Madiun. Setelah itu, pelaku diduga menghabisi nyawa anak Dini yang masih berusia empat tahun.
Kasus ini bermula dari hilangnya Dini dan anaknya yang kemudian mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan. Polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya Dwi Bagus diamankan dan diperiksa terkait dugaan keterlibatannya dalam kematian ibu dan anak tersebut.
Setelah pembunuhan diduga dilakukan, penyidik menemukan adanya rangkaian tindakan untuk menghilangkan jasad kedua korban. Pembakaran dan rencana membuang jasad ke laut menjadi bagian yang kini didalami polisi untuk memastikan seluruh kronologi kasus.
Polda Jawa Timur masih melanjutkan penyidikan untuk mengungkap secara lengkap perkara tersebut. Selain mencari sisa jasad korban, polisi juga mendalami berbagai bukti dan keterangan yang dapat memperjelas peristiwa pembunuhan Dini dan anaknya.
Dengan masih berlangsungnya pencarian potongan tulang, penyidik berharap bagian tubuh korban yang belum ditemukan dapat segera teridentifikasi. Temuan tersebut nantinya dapat menjadi bagian penting dalam proses penyidikan dan pembuktian perkara.
Jurnalis : Damara Rizky Elisyah
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !