Peringati HUT ke-15 GRIB Jaya, Bamsoet Tekankan Peran Vital Ormas Memperkokoh Persatuan dan Ketahanan Bangsa

JAKARTA – Menghadapi dinamika dunia yang semakin tak menentu, mulai dari ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi global, hingga ancaman non-konvensional di ruang digital, peran organisasi kemasyarakatan (ormas) dinilai semakin strategis sebagai pilar penyangga stabilitas nasional.

Hal ini ditekankan Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15, Bambang Soesatyo, dalam pidatonya di acara peringatan Ulang Tahun ke-15 Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB Jaya) yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Bamsoet, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP PERIKHSA, mengingatkan bahwa tekanan eksternal yang melanda dunia saat ini, sebagaimana tercatat dalam data Bank Dunia dan IMF, turut berimbas langsung ke dalam negeri.

Mulai dari ketidakpastian rantai pasok, ketersediaan pangan dan energi, hingga polarisasi sosial yang rentan dimanfaatkan pihak tertentu.

Dalam konteks inilah, kehadiran ormas tidak sekadar sebagai wadah sosial, melainkan kekuatan moral yang menjaga keutuhan bangsa.

“Ormas harus tampil menjadi kekuatan moral dan sosial yang memperkuat ketahanan nasional. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan ekonomi global, Indonesia membutuhkan soliditas seluruh elemen masyarakat agar tetap kokoh berdiri dan mampu menjaga stabilitas politik, ekonomi, maupun sosial,” tegas Bamsoet.

Hadapi Ancaman Baru, Butuh Partisipasi Seluruh Elemen

Mantan Ketua DPR RI ke-20 ini menyoroti bahwa tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia telah bergeser dari ancaman konvensional menjadi ancaman yang lebih kompleks. Perang informasi, serangan siber, manipulasi opini publik, hingga penyebaran ideologi asing yang masuk lewat gawai, kini menjadi risiko nyata yang mengancam persatuan.

Oleh karenanya, pertahanan negara tidak bisa hanya disandarkan pada aparat keamanan semata, melainkan memerlukan keterlibatan aktif masyarakat sipil, ormas, tokoh agama, pemuda, dan akademisi.

Bamsoet mencontohkan maraknya penyebaran berita bohong atau hoaks yang kerap memicu gesekan di tengah masyarakat, terutama saat momentum politik. Fenomena ini membuktikan betapa pentingnya peran ormas dalam mendorong literasi digital dan pendidikan kebangsaan agar rakyat tidak mudah diadu domba.

“GRIB Jaya dan seluruh ormas lainnya wajib hadir sebagai penyejuk di tengah masyarakat. Jangan biarkan ruang publik dipenuhi provokasi, fitnah, dan ujaran kebencian yang bisa merobek persatuan.

Kita butuh ormas yang aktif mengedukasi tentang toleransi, semangat gotong royong, dan komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Sinergi Lintas Sektor Kunci Kekuatan Bangsa

Sebagai Wakil Ketua Umum FKPPI dan Pemuda Pancasila, Bamsoet juga menegaskan hubungan erat antara stabilitas keamanan dengan kemajuan ekonomi. Menurutnya, ketahanan nasional hanya akan terwujud jika ada sinergi kuat antara pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat.

Ketika keamanan terjaga, iklim usaha akan kondusif, investasi masuk, dan lapangan kerja tercipta. Sebaliknya, ketidakstabilan akan mematikan roda ekonomi rakyat.

Ia memuji langkah pemerintah yang memperkuat berbagai aspek pertahanan, mulai dari keamanan siber, ketahanan energi, hingga keamanan maritim.

Namun, hal tersebut harus didukung penuh oleh elemen masyarakat, mengingat ormas memiliki jaringan hingga ke tingkat akar rumput yang menjadi mata dan telinga sekaligus benteng pertahanan sosial.

“Ketahanan nasional tidak bisa dibangun sendirian oleh pemerintah. Semua elemen harus bergerak serentak. Ormas memiliki jangkauan luas ke masyarakat, sehingga perannya sangat krusial menjaga stabilitas sosial dan memperkokoh rasa kebangsaan,” jelas Bamsoet.

Keberagaman Adalah Kekuatan, Bukan Celah Perpecahan

Di akhir sambutannya, Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran ini kembali mengingatkan akan kekayaan terbesar bangsa Indonesia: keberagaman. Dengan lebih dari 1.300 kelompok etnis, ratusan bahasa daerah, serta beragam agama dan budaya, Indonesia adalah bukti nyata persaudaraan manusia. Namun,

kekayaan ini hanya akan menjadi kekuatan besar jika dijaga dengan toleransi. Sebaliknya, ia bisa menjadi kelemahan jika dipermainkan demi kepentingan politik sesaat.

Bamsoet mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya fondasi pemersatu. Tidak boleh ada ruang sedikit pun bagi pihak yang ingin memecah belah lewat isu suku, agama, ras, maupun golongan.

“Bangsa ini didirikan di atas semangat persatuan dalam keberagaman. Mari kita jaga kebhinekaan ini sebagai kekuatan utama kita.

Jangan biarkan siapapun merobek persatuan yang telah dibangun para pendahulu bangsa dengan isu-isu yang memecah belah,” pungkas Bamsoet di hadapan ribuan kader GRIB

Reporter by Sutarno

author avatar
Wartawan Fakta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya
Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !