Sejumlah pemuda di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat, berharap pemerintah dapat menghadirkan lebih banyak program dan kegiatan positif bagi kalangan generasi muda. Permintaan tersebut muncul seiring meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya praktik judi online (judol) yang dinilai semakin mudah menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk remaja dan usia produktif.
Menurut para pemuda, keberadaan fasilitas olahraga, ruang kreatif, pelatihan keterampilan, hingga kegiatan kepemudaan yang berkelanjutan diyakini dapat menjadi alternatif positif untuk mengurangi ketergantungan generasi muda terhadap aktivitas yang bersifat negatif. Mereka menilai bahwa lingkungan yang sehat dan produktif akan memberikan ruang bagi anak muda untuk mengembangkan potensi, bakat, serta kemampuan yang dimiliki.
Fenomena judi online saat ini menjadi perhatian serius berbagai pihak karena tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan mental, hubungan sosial, hingga meningkatnya risiko tindakan kriminal. Kemudahan akses melalui perangkat telepon pintar membuat praktik tersebut semakin sulit dikendalikan apabila tidak diimbangi dengan edukasi dan pengawasan yang memadai.
Para pemuda berharap pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, dapat memperluas program pemberdayaan generasi muda melalui penyediaan sarana olahraga, pusat kreativitas, pelatihan kewirausahaan, kelas digital, hingga kegiatan seni dan budaya yang dapat diikuti secara rutin. Dengan demikian, waktu luang masyarakat, khususnya kalangan remaja, dapat dimanfaatkan untuk aktivitas yang lebih produktif dan bermanfaat.
Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, dan dunia usaha dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang mampu membangun karakter generasi muda. Pendampingan serta edukasi mengenai bahaya judi online juga perlu dilakukan secara berkesinambungan agar masyarakat memahami risiko hukum, sosial, maupun finansial yang dapat ditimbulkan.
Penguatan literasi digital juga dianggap menjadi salah satu langkah strategis dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Masyarakat, khususnya anak muda, diharapkan mampu memanfaatkan internet sebagai sarana belajar, berwirausaha, dan mengembangkan kreativitas, bukan justru terjebak dalam aktivitas perjudian yang merugikan diri sendiri maupun keluarga.
Pemerintah selama ini terus melakukan berbagai upaya dalam memberantas praktik judi online melalui penutupan akses situs ilegal, penegakan hukum terhadap pelaku, serta kampanye edukasi kepada masyarakat. Namun demikian, keberhasilan pemberantasan judi online dinilai memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat agar upaya tersebut berjalan lebih efektif dan memberikan hasil yang berkelanjutan.
Dengan tersedianya lebih banyak wadah kegiatan positif, para pemuda berharap lingkungan tempat tinggal mereka tidak lagi dikenal karena tingginya ancaman judi online, melainkan menjadi kawasan yang mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, produktif, berprestasi, dan memiliki kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun bangsa.
Jurnalis : Hanadia
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !