Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan meskipun wilayah tersebut masih berada dalam status siaga darurat. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Manggala Agni, pemadam kebakaran, serta relawan terus berjibaku memadamkan titik-titik api yang muncul di kawasan lahan gambut agar tidak meluas ke permukiman maupun area produktif masyarakat.
Pemadaman difokuskan pada sejumlah lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, terutama kawasan lahan gambut yang mudah terbakar saat musim kemarau. Petugas menggunakan berbagai metode, mulai dari penyemprotan air menggunakan mesin pompa bertekanan tinggi hingga pembuatan sekat bakar untuk mencegah api merambat ke wilayah lain. Kondisi lahan gambut yang kering menjadi tantangan tersendiri karena api dapat menjalar hingga ke lapisan bawah tanah sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk dipadamkan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan yang berlaku hingga pertengahan November 2026. Penetapan status tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif mengingat potensi kebakaran meningkat selama musim kemarau. Dengan adanya status siaga, koordinasi antarinstansi diperkuat agar penanganan titik api dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Selain
melakukan pemadaman, petugas juga secara rutin melaksanakan patroli untuk mendeteksi kemunculan titik panas sejak dini. Pemantauan dilakukan melalui pengawasan lapangan yang didukung informasi hotspot dari sistem pemantauan satelit. Langkah tersebut bertujuan agar setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran dalam skala yang lebih besar dan sulit dikendalikan.
Kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah terbatasnya sumber air akibat banyaknya parit dan saluran yang mulai mengering. Kondisi tersebut menyebabkan petugas harus mencari sumber air yang lebih jauh untuk mengisi peralatan pemadam. Meski demikian, operasi pemadaman tetap berlangsung tanpa henti dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia demi mencegah meluasnya kebakaran.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan juga terus mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai kegiatan di tingkat desa dan kecamatan guna meningkatkan kesadaran bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan, transportasi, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Sinergi antara pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, perusahaan, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam pengendalian karhutla di Kubu Raya. Seluruh pihak diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau berlangsung sehingga potensi kebakaran dapat ditekan dan dampaknya terhadap lingkungan maupun kehidupan masyarakat dapat diminimalkan.
Pemerintah mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Respon cepat dari masyarakat dinilai sangat membantu petugas dalam mempercepat proses pemadaman sehingga kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas. Dengan kolaborasi seluruh elemen, diharapkan ancaman karhutla di Kalimantan Barat dapat dikendalikan secara optimal selama periode siaga darurat berlangsung.
Jurnalis : Danilo Fernandes
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !