Helikopter milik TNI Angkatan Udara (TNI AU) dikerahkan untuk membantu proses pemadaman kebakaran yang melanda kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Upaya pemadaman dari udara dilakukan untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses oleh kendaraan pemadam kebakaran dari darat.
Helikopter dari Lanud Atang Sendjaja diterjunkan menggunakan metode water bombing, yakni menjatuhkan atau menyiramkan air dari udara ke lokasi yang terbakar. Metode tersebut menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk mempercepat penanganan kebakaran, terutama pada area yang memiliki akses terbatas bagi petugas dan kendaraan pemadam.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan bahwa posisi titik api berada di bagian belakang kawasan TPA. Kondisi tersebut membuat kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau lokasi secara langsung. Petugas di lapangan bahkan harus menggunakan rangkaian selang dengan panjang sekitar 400 hingga 500 meter untuk mengalirkan air menuju titik kebakaran.
Panjang jalur tersebut turut memengaruhi tekanan air yang sampai ke lokasi api. Karena itu, dukungan pemadaman dari udara dinilai penting untuk membantu petugas mengatasi titik api yang sulit dijangkau dari permukaan tanah.
Kebakaran diketahui mulai terjadi pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Kobaran api kemudian semakin membesar hingga malam hari. Petugas berhasil mengendalikan sebagian besar api sekitar pukul 03.30 WIB, namun masih ditemukan sejumlah titik yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Menurut keterangan pemerintah daerah, sumber kebakaran bukan berasal dari timbunan sampah aktif di TPA Galuga. Api disebut berasal dari lahan pertanian yang berada di sekitar kawasan tersebut dan kemudian merambat menuju area pembuangan sampah lama yang sudah tidak digunakan.
Dalam proses penanganan, sejumlah unsur turut dilibatkan, mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, hingga Polres Bogor. Kepolisian juga mengerahkan kendaraan water cannon untuk membantu menyemprotkan air ke sejumlah titik yang masih terbakar.
Petugas tidak hanya melakukan penyiraman, tetapi juga membuat parit pembatas antara lahan pertanian dan area TPA. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali merambat menuju timbunan sampah yang masih aktif serta mengurangi risiko meluasnya kebakaran.
Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, luas wilayah yang terdampak kebakaran masih dalam proses pendataan. Pemantauan dilakukan menggunakan pesawat nirawak atau drone untuk memperoleh gambaran mengenai sebaran area yang terbakar.
Hingga proses pemadaman berlangsung, penyebab pasti kebakaran belum dapat disimpulkan. Petugas masih memprioritaskan upaya pemadaman dan memastikan api tidak kembali meluas ke kawasan lainnya. Penyelidikan mengenai sumber api dapat dilakukan setelah kondisi di lokasi dinyatakan aman.
Pengerahan helikopter TNI AU menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat penanganan kebakaran. Sinergi antara pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, BPBD, TNI, dan kepolisian diharapkan dapat memastikan seluruh titik api segera ditangani sehingga risiko kebakaran meluas dapat diminimalkan.
Kebakaran di kawasan TPA menjadi perhatian karena selain berpotensi mengganggu aktivitas pengelolaan sampah, asap dari kebakaran juga dapat memengaruhi kondisi lingkungan di sekitar lokasi. Oleh karena itu, proses pendinginan dan pemantauan tetap diperlukan meskipun kobaran api utama telah berhasil dikendalikan.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !