A
BOGOR – Seorang anak berusia lima tahun meninggal dunia setelah diduga tenggelam di kolam ikan lele milik warga di Kampung Cibadung, Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Selasa (20/10/2026) malam. Korban ditemukan oleh seorang warga yang sedang mencari ikan di kolam tersebut setelah keluarga sebelumnya berupaya mencari keberadaan anak itu.
Kasi Humas Polres Bogor, Ipda Sigit, mengatakan personel kepolisian telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) untuk menindaklanjuti peristiwa meninggalnya balita tersebut. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan informasi terkait kejadian yang diduga merupakan kecelakaan tenggelam di kolam milik warga.
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 18.00 WIB ketika orang tua korban menyadari anaknya berada di luar rumah tanpa sepengetahuan keluarga. Mengetahui anak tersebut tidak berada di rumah, keluarga mulai melakukan pencarian di lingkungan sekitar. Upaya pencarian berlangsung hingga malam hari sebelum korban akhirnya ditemukan di sebuah kolam lele.
Sekitar pukul 20.00 WIB, seorang warga yang sedang mencari ikan di kolam tersebut menemukan korban dalam kondisi tenggelam. Penemuan itu kemudian mengundang perhatian warga sekitar yang berupaya mengetahui keadaan anak tersebut. Kolam tempat korban ditemukan diketahui memiliki kedalaman air sekitar satu meter.
Setelah ditemukan, kondisi korban diperiksa. Namun, korban diketahui telah meninggal dunia. Pihak keluarga kemudian membawa anak tersebut ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Meski telah dibawa ke fasilitas kesehatan, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Setelah kejadian tersebut, jenazah korban dibawa kembali oleh keluarga untuk dimakamkan di pemakaman keluarga yang berada di Kampung Cibadung. Keluarga menerima peristiwa itu sebagai musibah. Suasana duka menyelimuti keluarga dan lingkungan tempat tinggal korban setelah kabar meninggalnya anak tersebut diketahui warga.
Pada Rabu (21/10/2026), personel Polsek Gunung Sindur bersama unsur terkait mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan TKP. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kompol Rus Oktavianto dengan melibatkan sejumlah personel kepolisian serta petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari tindak lanjut atas laporan kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Dalam keterangan kepolisian, peristiwa tersebut diduga merupakan kejadian tenggelam di kolam milik warga. Meski demikian, informasi mengenai kronologi disampaikan berdasarkan keterangan awal yang diperoleh petugas. Tidak ada keterangan yang menunjukkan adanya unsur kesengajaan, sehingga kejadian tersebut diperlakukan sebagai musibah yang perlu menjadi perhatian bersama.
Kolam terbuka di lingkungan permukiman dapat menjadi sumber bahaya bagi anak-anak, terutama balita yang belum memahami risiko berada di dekat air. Kedalaman sekitar satu meter tetap berisiko bagi anak kecil karena kemampuan berenang dan menyelamatkan diri mereka belum berkembang dengan baik. Situasi dapat menjadi semakin berbahaya ketika kolam tidak dilengkapi pagar atau pembatas yang memadai.
Peristiwa di Gunung Sindur ini menjadi pengingat penting bagi orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya ketika bermain di luar rumah. Anak kecil sebaiknya tidak dibiarkan berada sendirian di sekitar kolam ikan, sungai, saluran air, maupun tempat penampungan air. Pengawasan langsung dari orang dewasa diperlukan untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Masyarakat yang memiliki kolam ikan di sekitar permukiman juga diimbau mempertimbangkan pemasangan pagar, penutup, atau pembatas yang aman agar anak-anak tidak mudah mengakses area tersebut tanpa pengawasan. Selain itu, warga dapat berperan dalam menjaga lingkungan dengan saling mengingatkan ketika melihat anak kecil bermain di lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Kepolisian mengingatkan pentingnya kepedulian bersama untuk mencegah kejadian serupa terulang. Pengawasan keluarga perlu didukung dengan lingkungan yang lebih aman, terutama di kawasan permukiman yang memiliki kolam terbuka. Langkah pencegahan tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan dan melindungi keselamatan anak-anak.
Hingga informasi ini disampaikan, korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat di Kecamatan Gunung Sindur mengenai pentingnya pengawasan anak dan pengamanan sumber air di sekitar rumah. Kewaspadaan orang tua serta kepedulian lingkungan menjadi langkah penting untuk mencegah tragedi serupa pada masa mendatang.
Jurnalis : Wulandari
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !