AMMSI Dukung Penyesuaian Operasional MBG untuk Meningkatkan Efisiensi Anggaran dan Akuntabilitas Program

AMMSI Dukung Penyesuaian Operasional MBG untuk Meningkatkan Efisiensi Anggaran dan Akuntabilitas Program

Asosiasi Mitra Makan Bergizi Gratis Seluruh Indonesia (AMMSI) menyatakan dukungannya terhadap kebijakan penyesuaian operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan pemerintah selama periode libur sekolah. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya yang tepat dalam meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran negara sekaligus memperkuat tata kelola program agar berjalan lebih transparan, terukur, dan akuntabel.

Menurut AMMSI, kebijakan penghentian sementara distribusi MBG selama masa liburan sekolah merupakan bentuk pengelolaan program yang rasional dan sesuai dengan prinsip efisiensi. Dengan adanya penyesuaian operasional tersebut, pemerintah memiliki ruang untuk melakukan evaluasi, pembenahan sistem, serta penguatan standar pelayanan guna memastikan setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat penerima program.

Ketua Umum AMMSI Rizky Herdianto menilai bahwa kebijakan tersebut juga memberikan kepastian dalam mekanisme operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kejelasan aturan dinilai penting agar pelaksanaan program dapat berlangsung lebih tertib dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Selain itu, kebijakan tersebut diyakini mampu mendukung pengawasan penggunaan fasilitas negara sehingga terhindar dari potensi penyalahgunaan maupun pemborosan anggaran.

AMMSI juga menyoroti pentingnya menjaga integritas program MBG dari berbagai praktik yang berpotensi merugikan negara. Organisasi tersebut menegaskan penolakannya terhadap keberadaan dapur-dapur baru yang beroperasi di luar mekanisme resmi, terutama jika muncul melalui praktik jual beli titik layanan yang tidak sesuai ketentuan. Menurut mereka, kondisi tersebut berisiko menciptakan surplus fasilitas yang justru menambah beban keuangan negara tanpa memberikan manfaat yang sebanding.

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah memang tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program MBG. Evaluasi tersebut mencakup aspek efisiensi anggaran, pemerataan layanan, penguatan pengawasan, hingga optimalisasi operasional dapur yang telah ada. Langkah ini dilakukan agar program strategis nasional tersebut dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran sesuai tujuan awal meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

Sejalan dengan itu, Badan Gizi Nasional (BGN) juga terus melakukan pembenahan tata kelola program melalui penguatan standar operasional, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengawasan yang lebih ketat. Pemerintah menegaskan bahwa efisiensi bukan berarti mengurangi kualitas layanan, melainkan memastikan setiap rupiah anggaran yang digunakan mampu menghasilkan manfaat yang optimal bagi penerima program.

AMMSI berharap seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Program MBG dapat mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Organisasi tersebut juga mendorong pengawasan yang lebih kuat dari berbagai lembaga terkait guna memastikan pelaksanaan program tetap berada pada jalur yang benar, bebas dari konflik kepentingan, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Melalui penyesuaian operasional yang dilakukan saat ini, pemerintah diharapkan mampu menciptakan sistem pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan. Dengan tata kelola yang semakin baik, program tersebut diharapkan dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap penggunaan anggaran negara.

Jurnalis : Hanadia

author avatar
Wartawan Fakta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya
Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !