JAKARTA – Polemik mengenai akun email yang masih tertaut pada ponsel Betrand Peto kembali menjadi sorotan publik. Pihak Sarwendah melalui kuasa hukumnya, Pablo Benua, memberikan klarifikasi sekaligus membantah tuduhan bahwa kliennya sengaja membobol atau mengakses akun milik Betrand tanpa izin.
Persoalan tersebut mencuat setelah keberadaan email yang dikaitkan dengan Sarwendah dipermasalahkan. Menanggapi hal itu, Pablo menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan yang diterimanya dari kliennya, keterkaitan akun email tersebut diduga berawal dari riwayat penggunaan perangkat ketika Betrand masih tinggal bersama Sarwendah.
Pablo menyampaikan bahwa ponsel yang digunakan Betrand telah diberikan kepadanya saat masih tinggal bersama Sarwendah. Karena itu, pihaknya menilai bahwa keberadaan akun email yang tertaut pada perangkat tersebut perlu dilihat berdasarkan riwayat penggunaan ponsel, bukan langsung disimpulkan sebagai tindakan pembobolan.
Menurut Pablo, informasi yang disampaikan kliennya menunjukkan bahwa akun email tersebut sudah tertaut sejak Betrand masih tinggal bersama Sarwendah. Dengan demikian, pihaknya membantah anggapan bahwa keterkaitan akun itu secara otomatis membuktikan adanya upaya mengakses informasi pribadi secara tidak sah.
“Terkait dengan email yang tertaut. Berdasarkan informasi dari klien kami, bahwa email tersebut tertaut sejak saudara BP ada atau tinggal bersama klien kami, Sarwendah,” ujar Pablo Benua, sebagaimana dikutip dari pemberitaan TribunStyle.com.
Ia juga menerangkan bahwa pada masa tersebut, Betrand telah mendapatkan ponsel untuk digunakan sebagai perangkat pribadinya. Riwayat pemberian dan penggunaan perangkat itulah yang menurut pihak Sarwendah perlu menjadi bagian dari penjelasan atas persoalan yang berkembang.
“Jadi saat saudara BP tinggal bersama dengan klien kami, di sanalah handphone tersebut sudah diberikan kepada saudara BP,” jelas Pablo.
Selain memberikan penjelasan mengenai riwayat penggunaan ponsel, Pablo juga mempertanyakan dasar tuduhan yang diarahkan kepada Sarwendah. Ia menilai bahwa dugaan tindakan yang merugikan pihak lain semestinya disertai penjelasan yang jelas mengenai peristiwa, bukti, dan alasan yang mendasarinya.
Pablo turut mempertanyakan motif yang dituduhkan kepada kliennya. Menurutnya, apabila Sarwendah memang dituding sengaja mengakses akun Betrand secara tidak sah, perlu dijelaskan apa tujuan yang hendak dicapai melalui tindakan tersebut.
“Kalau memang itu adalah dari klien kami, dari Sarwendah, pertanyaannya, tujuannya apa? Motifnya apa?” kata Pablo.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari pembelaan pihak Sarwendah terhadap isu yang beredar. Meski demikian, persoalan mengenai akses akun digital tetap perlu dilihat berdasarkan bukti yang dapat diverifikasi, termasuk riwayat penggunaan perangkat, pengaturan akun, serta siapa saja yang memiliki akses terhadap akun bersangkutan.
Dalam penggunaan perangkat elektronik, akun email dapat tetap tersimpan atau tertaut apabila sebelumnya pernah digunakan untuk masuk ke suatu perangkat dan belum dikeluarkan dari sistem. Namun, keberadaan akun yang tertaut saja tidak cukup untuk memastikan siapa yang mengaksesnya, kapan akses dilakukan, maupun apakah terdapat tindakan tanpa izin.
Karena itu, apabila terdapat perbedaan keterangan mengenai penggunaan akun, pemeriksaan teknis terhadap perangkat dan aktivitas akun dapat membantu menjelaskan persoalan secara lebih objektif. Penilaian tersebut perlu didasarkan pada data yang relevan, bukan semata-mata asumsi atau spekulasi yang berkembang di media sosial.
Dalam kesempatan yang sama, Pablo turut menanggapi video yang disebut-sebut berkaitan dengan dugaan aktivitas pesta di rumah Ruben Onsu. Ia mempertanyakan anggapan bahwa rekaman tersebut sengaja dibuat untuk menjatuhkan nama baik Betrand Peto.
Menurut Pablo, video yang dipersoalkan itu tidak memperlihatkan wajah Betrand secara jelas. Ia menilai bahwa hal tersebut menjadi salah satu alasan bagi pihaknya untuk mempertanyakan dasar yang digunakan dalam mengaitkan rekaman tersebut dengan Betrand.
“Di dalam video tersebut tidak ada wajah BP,” ungkapnya.
Pablo juga menyampaikan bahwa apabila tujuan pembuatan video memang untuk menjatuhkan seseorang, seharusnya terdapat bukti yang lebih jelas mengenai identitas orang yang dimaksud. Ia turut menyinggung bahwa rekaman tersebut disebut dibuat menggunakan ponsel milik Betrand.
“Kalau memang niat untuk menjatuhkan saudara BP, harusnya ada foto-foto atau video yang memperlihatkan itu saudara BP. Dan handphone tersebut direkam melalui handphone saudara BP,” imbuh Pablo.
Pernyataan tersebut merupakan penjelasan dari pihak kuasa hukum Sarwendah dalam menanggapi polemik yang berkembang. Keterkaitan video dengan seseorang, termasuk identitas orang yang terekam dan konteks pembuatan rekaman, tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut apabila menjadi bagian dari suatu sengketa.
Persoalan email yang masih tertaut pada ponsel dan beredarnya video yang dikaitkan dengan pihak tertentu memperlihatkan pentingnya pemahaman mengenai keamanan akun digital. Pengguna perangkat perlu memastikan bahwa akun pribadi terlindungi, akses perangkat dikelola dengan baik, dan informasi sensitif tidak dapat diakses oleh pihak yang tidak berwenang.
Dalam situasi ketika perangkat pernah digunakan bersama atau dialihkan kepada orang lain, pemeriksaan terhadap akun yang masih tersimpan menjadi langkah penting untuk menghindari kesalahpahaman. Pengguna dapat memeriksa daftar perangkat yang terhubung, meninjau riwayat aktivitas akun, serta memperbarui pengaturan keamanan apabila diperlukan.
Di sisi lain, tuduhan mengenai pembobolan akun maupun upaya menjatuhkan nama baik seseorang merupakan persoalan yang perlu ditangani secara hati-hati. Kesimpulan mengenai ada atau tidaknya pelanggaran tidak semestinya hanya didasarkan pada keberadaan email di suatu perangkat atau dugaan mengenai isi sebuah video.
Hingga informasi dalam pemberitaan tersebut disampaikan, pihak Sarwendah melalui Pablo Benua secara tegas membantah tuduhan pembobolan akun dan memberikan penjelasan bahwa email yang dipermasalahkan berkaitan dengan riwayat penggunaan ponsel pada masa lalu. Pihaknya juga mempertanyakan motif di balik tuduhan yang diarahkan kepada kliennya.
Perkembangan polemik ini masih menjadi perhatian publik, terutama karena melibatkan Sarwendah dan Betrand Peto yang selama ini dikenal masyarakat melalui kehidupan keluarga mereka. Masyarakat diharapkan dapat menyikapi informasi tersebut secara bijak, membedakan pernyataan dari masing-masing pihak dengan fakta yang telah terverifikasi, serta tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum persoalan memperoleh kejelasan.
Jurnalis : Damara Rizky Elisyah
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !