JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengimbau calon jemaah umrah untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul memanasnya situasi keamanan di Arab Saudi akibat serangkaian serangan yang dilancarkan kelompok Houthi. Salah satu langkah yang disarankan adalah memilih penerbangan langsung menuju Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz di Madinah atau Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah guna mengurangi risiko gangguan perjalanan akibat transit di wilayah yang terdampak situasi keamanan.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memantau perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah. Pemerintah juga menjalin koordinasi dengan otoritas Arab Saudi untuk memperoleh informasi terbaru mengenai keamanan jemaah dan kelancaran perjalanan ibadah.
Dahnil menyampaikan bahwa hingga Kamis, 15 Oktober 2026, pemerintah belum mengeluarkan keputusan untuk mengimbau penundaan ataupun melarang perjalanan umrah ke Arab Saudi. Menurutnya, pemerintah masih mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan dan keterangan dari otoritas setempat sebelum menentukan langkah lanjutan terkait keberangkatan jemaah Indonesia.
Ia juga menyampaikan bahwa otoritas Kerajaan Arab Saudi menyatakan kondisi bagi jemaah umrah masih aman. Meski demikian, pemerintah Indonesia tetap mengingatkan calon jemaah agar memperhatikan rute penerbangan, memantau informasi resmi, serta memastikan seluruh rencana perjalanan telah dikoordinasikan dengan penyelenggara perjalanan ibadah umrah.
Imbauan memilih penerbangan langsung menjadi perhatian karena serangan Houthi dilaporkan menyasar sejumlah fasilitas penerbangan di Arab Saudi. Gangguan terhadap bandara dapat berdampak pada jadwal keberangkatan, penerbangan lanjutan, maupun kepulangan penumpang. Dalam
Jurnalis : Wulandari
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !