Kabar duka datang dari dunia usaha Indonesia. Martha Tilaar, pengusaha perempuan sekaligus pendiri Martha Tilaar Group yang dikenal luas melalui kiprahnya dalam mengembangkan industri kosmetik lokal, meninggal dunia pada Rabu, 14 Oktober 2026, dalam usia 89 tahun. Kepergiannya menjadi kehilangan bagi keluarga, dunia usaha, serta industri kecantikan nasional yang selama puluhan tahun berkembang melalui inovasi dan pemanfaatan kekayaan alam Nusantara.
Informasi mengenai wafatnya Martha Tilaar disampaikan melalui pernyataan resmi keluarga besar Martha Tilaar Group. Dalam pernyataan tersebut, keluarga mengenang almarhumah sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk memajukan industri kecantikan Indonesia, mengembangkan pengetahuan mengenai perawatan tradisional, serta memperkenalkan potensi budaya dan bahan alami Nusantara kepada masyarakat luas.
Martha Tilaar dikenal sebagai salah satu tokoh perempuan yang berperan dalam perjalanan industri kosmetik nasional. Melalui usaha yang dirintisnya sejak awal 1970-an, ia membangun bisnis kecantikan yang memadukan pengetahuan modern dengan tradisi perawatan tubuh Indonesia. Perjalanan tersebut menjadi bagian penting dari berkembangnya produk kosmetik lokal yang memiliki identitas budaya dan memanfaatkan kekayaan bahan alam.
Perjalanan bisnis Martha Tilaar dimulai pada 1970 ketika ia membuka salon kecantikan sederhana di sebuah garasi rumah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Usaha yang pada awalnya memiliki fasilitas terbatas tersebut menjadi titik awal perjalanan panjangnya membangun bisnis di bidang kecantikan.
Sebelum mendirikan usaha di Indonesia, Martha telah mendalami bidang kecantikan melalui pendidikan di Academy of Beauty Culture di Bloomington, Indiana, Amerika Serikat. Pengalaman pendidikan tersebut memberikan bekal pengetahuan mengenai perawatan kecantikan modern yang kemudian dikembangkan dan disesuaikan dengan tradisi serta potensi bahan alami Indonesia.
Setelah kembali ke Tanah Air, Martha mulai mengembangkan pendekatan kecantikan yang tidak hanya berorientasi pada penampilan, tetapi juga mengangkat warisan pengetahuan tradisional. Ia melihat bahwa Indonesia memiliki kekayaan tanaman herbal, rempah-rempah, serta tradisi perawatan tubuh yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Dari salon kecil yang dikelolanya, usaha Martha perlahan berkembang seiring meningkatnya kepercayaan pelanggan. Pengalaman tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan bisnis yang lebih luas, mulai dari layanan salon hingga produksi kosmetik, perawatan kulit, produk berbahan alami, dan berbagai layanan kecantikan lainnya.
Perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah usaha yang dimulai dalam skala sederhana dapat berkembang melalui ketekunan, penguasaan pengetahuan, pemahaman terhadap kebutuhan pasar, dan keberanian mengembangkan gagasan baru. Martha kemudian menjadikan perpaduan tradisi dan ilmu kecantikan modern sebagai salah satu ciri penting dalam perjalanan bisnisnya.
Salah satu kontribusi Martha Tilaar yang paling dikenal adalah upayanya mengangkat kekayaan alam dan budaya Indonesia ke dalam industri kosmetik modern. Ia mengembangkan gagasan bahwa tradisi perawatan kecantikan Nusantara dapat menjadi sumber inspirasi bagi produk yang mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Pendekatan tersebut kemudian terlihat dalam pengembangan berbagai produk perawatan dan tata rias yang mengangkat unsur budaya Indonesia. Pemanfaatan bahan alami, inspirasi warna dari beragam daerah, serta pengenalan tradisi kecantikan lokal menjadi bagian dari karakter bisnis yang dibangunnya.
Melalui pengembangan produk kosmetik, Martha berupaya mempertemukan pengetahuan tradisional dengan proses produksi modern. Pendekatan ini turut memperluas ruang bagi kekayaan budaya Indonesia untuk dikenal melalui produk yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Nama Sariayu menjadi salah satu merek yang lekat dengan perjalanan bisnis Martha Tilaar. Selain itu, kelompok usahanya juga mengembangkan berbagai merek lain, termasuk Biokos, Belia, dan PAC. Kehadiran beragam produk tersebut mencerminkan upaya perusahaan menjangkau kebutuhan konsumen dengan segmen dan karakteristik yang berbeda.
Perkembangan bisnis tersebut tidak hanya berkaitan dengan penjualan produk, tetapi juga menunjukkan pentingnya inovasi, riset, dan pengembangan sumber daya manusia dalam industri kecantikan. Produk lokal perlu memiliki kualitas yang konsisten, memahami kebutuhan konsumen, serta mampu mengikuti perubahan tren tanpa kehilangan identitas yang membedakannya dari produk lain.
Perjalanan Martha Tilaar juga menjadi bagian dari kisah berkembangnya kewirausahaan perempuan di Indonesia. Ia membangun bisnis melalui bidang yang pada awalnya berangkat dari keterampilan dan pengetahuan mengenai kecantikan, kemudian memperluasnya menjadi usaha yang melibatkan produksi, pemasaran, pendidikan, dan berbagai kegiatan pendukung lainnya.
Perkembangan kelompok usaha tersebut membuka ruang bagi keterlibatan tenaga kerja dengan beragam keahlian. Industri kecantikan membutuhkan tenaga profesional dalam bidang formulasi produk, penelitian, produksi, pemasaran, pendidikan kecantikan, hingga pelayanan kepada konsumen.
Kiprah Martha turut memperlihatkan bahwa perempuan dapat berperan sebagai penggerak usaha sekaligus pencipta inovasi. Melalui perjalanan bisnisnya, ia menunjukkan pentingnya membangun keahlian, memahami peluang pasar, menjaga kualitas produk, dan mengembangkan usaha secara bertahap.
Di luar kegiatan bisnis, Martha juga dikenal memiliki perhatian terhadap pendidikan kecantikan dan pengembangan kemampuan profesional. Pendidikan dan pelatihan menjadi bagian penting dalam membangun industri yang tidak hanya mengandalkan produk, tetapi juga memerlukan tenaga kerja terampil untuk menjaga kualitas layanan dan mengikuti perkembangan teknologi.
Pengembangan sumber daya manusia tersebut memiliki arti penting bagi keberlanjutan industri kecantikan. Semakin luas pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja, semakin besar pula peluang untuk menghasilkan inovasi, meningkatkan mutu layanan, dan memperkuat daya saing usaha lokal.
Selama perjalanan kariernya, Martha Tilaar dikenal sebagai sosok yang berupaya menjaga hubungan antara bisnis dan pelestarian budaya. Ia mengangkat tradisi perawatan kecantikan Indonesia sebagai sumber inspirasi sekaligus mengembangkan potensi ekonomi dari kekayaan alam yang dimiliki Nusantara.
Upaya tersebut memiliki arti tersendiri di tengah persaingan industri kosmetik yang semakin luas. Perusahaan lokal dituntut mampu menghasilkan produk berkualitas, melakukan inovasi, serta membangun kepercayaan konsumen. Pada saat yang sama, identitas budaya dan pemanfaatan bahan lokal dapat menjadi pembeda yang memberikan karakter tersendiri bagi produk Indonesia.
Martha juga menerima berbagai penghargaan atas kontribusinya dalam bidang usaha dan kebudayaan. Salah satunya adalah tanda kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma pada 2016. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari pengakuan terhadap kiprahnya dalam mengembangkan industri kecantikan sekaligus mengangkat unsur budaya Indonesia.
Warisan yang ditinggalkannya tidak hanya berupa perusahaan dan merek kosmetik, tetapi juga gagasan mengenai pentingnya mengembangkan usaha dengan memanfaatkan potensi lokal. Pengetahuan tradisional, kekayaan tanaman Indonesia, dan identitas budaya dapat menjadi sumber inovasi apabila dikembangkan melalui penelitian, pengelolaan yang baik, dan pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat.
Keluarga besar Martha Tilaar Group menyampaikan bahwa nilai, visi, dan misi yang diwariskan Martha akan tetap menjadi pegangan bagi perjalanan perusahaan ke depan. Dedikasi almarhumah dalam mengembangkan industri kecantikan Indonesia diharapkan terus menginspirasi generasi penerus untuk menjaga kualitas, melakukan inovasi, serta memperkenalkan kekayaan Nusantara melalui karya yang berkelanjutan.
Kepergian Martha Tilaar menjadi momen untuk mengenang perjalanan seorang pengusaha yang memulai usahanya dari skala kecil hingga membangun kelompok bisnis yang dikenal di industri kecantikan nasional. Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan usaha membutuhkan proses panjang, konsistensi, kemampuan beradaptasi, serta keberanian untuk mengembangkan gagasan yang memiliki nilai tambah.
Bagi industri kecantikan Indonesia, tantangan selanjutnya adalah meneruskan pengembangan produk lokal yang berkualitas, memperkuat riset, meningkatkan kemampuan tenaga kerja, dan menjaga keberlanjutan pemanfaatan sumber daya alam. Upaya tersebut penting agar potensi yang dimiliki Indonesia dapat terus memberikan manfaat bagi perekonomian dan masyarakat.
Martha Tilaar meninggalkan jejak panjang dalam dunia usaha Indonesia. Dari sebuah salon sederhana di Menteng, ia membangun perjalanan bisnis yang menghubungkan kecantikan modern dengan kekayaan tradisi Nusantara. Dedikasi dan karya yang diwariskannya akan tetap menjadi bagian dari sejarah perkembangan industri kecantikan nasional.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !