Keributan yang melibatkan seorang penyewa mobil rental dengan sejumlah debt collector (DC) di kawasan Pekan Raya Jawa Timur (PRJ) Surabaya menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Insiden tersebut terjadi di Grand City Mall, Surabaya, pada Senin (12/10/2026), dan sempat menarik perhatian pengunjung yang berada di lokasi.
Peristiwa itu bermula ketika mobil yang digunakan oleh seorang penyewa rental tiba-tiba didatangi pihak debt collector saat berada di area kegiatan PRJ Surabaya. Situasi kemudian memanas ketika penyewa kendaraan tersebut terlibat adu argumen dengan para penagih. Suasana yang semula berlangsung seperti aktivitas biasa di pusat perbelanjaan berubah tegang akibat perdebatan yang terjadi di antara kedua pihak.
Rekaman kejadian tersebut kemudian menyebar di media sosial dan mengundang beragam tanggapan warganet. Video itu salah satunya diunggah melalui akun TikTok @ownersiapotw. Dalam rekaman yang beredar, terlihat penyewa mobil rental berbicara dengan nada tinggi sambil menunjuk ke arah pihak debt collector sebagai bentuk protes atas tindakan yang dialaminya.
Perhatian masyarakat semakin meningkat setelah keterangan dalam unggahan video menyebut adanya dugaan pemukulan terhadap ibu penyewa mobil yang berada di dalam kendaraan. Dalam narasi unggahan tersebut, sang anak disebut berteriak meminta pertolongan hingga memicu perdebatan dengan pihak debt collector.
Informasi tersebut kemudian menjadi bahan pembicaraan di media sosial. Sejumlah pengguna internet mempertanyakan kronologi kejadian serta alasan pihak debt collector mendatangi kendaraan yang sedang digunakan oleh penyewa. Namun, informasi yang muncul dalam unggahan awal perlu dibedakan dari keterangan resmi atau klarifikasi yang disampaikan oleh pihak-pihak yang terlibat.
Dalam video yang beredar, penyewa mobil rental mengaku tidak mengenal pihak debt collector yang tiba-tiba mendatangi kendaraan tersebut. Sementara itu, pihak DC menyampaikan bahwa mobil yang dimaksud telah hilang selama empat tahun. Perbedaan keterangan mengenai kendaraan tersebut menjadi bagian dari situasi yang memicu perdebatan di lokasi kejadian.
Meski sempat berlangsung tegang, insiden itu tidak berlanjut menjadi persoalan terbuka setelah kedua pihak menyampaikan klarifikasi melalui video yang beredar pada Selasa (13/10/2026). Dalam penjelasannya, penyewa mobil rental dan pihak debt collector sama-sama menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi di kawasan Grand City Mall.
Dalam video klarifikasi yang diunggah melalui akun Instagram @viralforjusticesub, pihak penyewa mobil rental menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas keributan yang sempat terjadi. Ia mengakui bahwa insiden tersebut telah menimbulkan kegaduhan di tengah kegiatan PRJ Surabaya.
Pihak debt collector dalam video yang sama turut memberikan penjelasan mengenai peristiwa tersebut. Ia menyebut keributan yang terjadi merupakan kesalahpahaman antara kedua belah pihak. Pernyataan ini disampaikan untuk menjelaskan situasi yang sebelumnya ramai diperbincangkan setelah rekaman kejadian tersebar di media sosial.
Penyewa mobil rental juga menegaskan dalam klarifikasinya bahwa tidak terjadi tindakan kekerasan maupun pemukulan terhadap pihak mana pun dalam insiden tersebut. Pernyataan ini menjadi penting karena unggahan video sebelumnya memunculkan dugaan adanya kekerasan terhadap ibu penyewa yang berada di dalam mobil.
Dengan adanya klarifikasi itu, kedua pihak meminta masyarakat agar tidak memperbesar persoalan yang telah diselesaikan. Mereka menyampaikan bahwa permasalahan tersebut sudah berakhir dengan baik dan tidak perlu terus menjadi bahan perdebatan di ruang publik.
Dalam penjelasan lanjutan, penyewa mobil rental menyatakan bahwa persoalan yang sebelumnya menimbulkan ketegangan itu telah diselesaikan. Ia bahkan menggambarkan hubungan dengan pihak debt collector kini sudah kembali akrab. Pernyataan tersebut disampaikan untuk menunjukkan bahwa kedua pihak telah mencapai penyelesaian atas kesalahpahaman yang terjadi.
Klarifikasi bersama ini sekaligus menjadi upaya untuk meredakan berbagai spekulasi yang berkembang setelah video keributan tersebar. Peristiwa yang awalnya memancing beragam reaksi warganet diharapkan tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman baru, terutama setelah kedua pihak memberikan penjelasan secara terbuka.
Meski demikian, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa informasi yang beredar melalui media sosial perlu dicermati secara menyeluruh. Potongan video maupun keterangan dalam unggahan awal belum tentu menggambarkan keseluruhan kronologi sebuah peristiwa. Karena itu, masyarakat sebaiknya menunggu penjelasan dari pihak-pihak terkait sebelum mengambil kesimpulan atau menyebarkan informasi lebih lanjut.
Di sisi lain, komunikasi yang baik tetap menjadi faktor penting untuk menyelesaikan perselisihan. Ketika terjadi perbedaan pemahaman mengenai suatu persoalan, penyampaian informasi secara jelas dan upaya mencari penyelesaian bersama dapat membantu mencegah situasi semakin memanas. Sikap tersebut juga penting agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Keributan antara penyewa mobil rental dan debt collector di PRJ Surabaya akhirnya mendapat titik terang setelah kedua pihak menyampaikan klarifikasi. Mereka sama-sama menyebut insiden tersebut sebagai kesalahpahaman, membantah adanya kekerasan dalam peristiwa itu, serta meminta masyarakat agar tidak memperbesar masalah yang dinyatakan telah selesai.
Jurnalis : Ghazy Fikri Izdihar
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !