Massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mulai meninggalkan kawasan Gedung DPR RI setelah menyampaikan aspirasi dalam aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026). Pergerakan massa berlangsung setelah rangkaian kegiatan penyampaian pendapat di depan kompleks parlemen selesai.
Suasana di sekitar kawasan DPR kemudian diwarnai momen menarik ketika sebuah bus berwarna putih yang menjadi kendaraan ikonik rombongan AMPB melintas di tengah kerumunan. Kehadiran bus tersebut mendapat perhatian dari sejumlah pengemudi ojek online yang berada di sekitar lokasi.
Sejumlah driver ojol terlihat memberikan tepuk tangan ketika bus putih tersebut melintas. Momen itu berlangsung ketika rombongan massa mulai bergerak meninggalkan kawasan DPR setelah menyelesaikan agenda mereka.
AMPB merupakan kelompok masyarakat yang berasal dari Pati dan sejumlah wilayah lainnya. Sebelum aksi berlangsung, kelompok tersebut telah melakukan konsolidasi dan mempersiapkan keberangkatan menuju Jakarta untuk menyampaikan sejumlah aspirasi kepada pemerintah dan DPR.
Sebelumnya, koordinator AMPB Supriyono atau yang dikenal dengan nama Botok menyampaikan bahwa rombongan dari Pati datang dengan membawa sejumlah tuntutan. Salah satu isu yang menjadi perhatian mereka adalah dorongan agar Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset segera disahkan.
Massa AMPB juga menyampaikan aspirasi terkait berbagai persoalan yang dinilai penting bagi masyarakat. Mereka berharap suara yang disampaikan dalam aksi tersebut dapat diterima dan menjadi bahan pertimbangan bagi para pengambil kebijakan.
Dalam perjalanan menuju Jakarta, rombongan AMPB menggunakan sejumlah bus. Sebelumnya, terdapat laporan mengenai bus rombongan warga Pati yang sempat mengalami pemeriksaan atau penyekatan sebelum akhirnya sebagian massa dapat melanjutkan perjalanan menuju Ibu Kota. Informasi mengenai keberangkatan tersebut juga sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Setelah aksi selesai, massa kemudian membubarkan diri secara bertahap. Rombongan yang datang dari luar Jakarta mulai meninggalkan kawasan DPR untuk kembali menuju tempat asal masing-masing.
Momen tepuk tangan dari sejumlah driver ojol ketika bus melintas menjadi salah satu perhatian dalam rangkaian pembubaran massa. Suasana tersebut menunjukkan adanya interaksi antara massa aksi dengan kelompok masyarakat lain yang berada di sekitar lokasi.
Sebelumnya, pengemudi ojek online juga terlihat berada di sekitar kawasan DPR menjelang pelaksanaan aksi. Kehadiran mereka menambah kepadatan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi demonstrasi.
Meski aksi telah selesai, masyarakat tetap diimbau memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitar kawasan DPR dan sejumlah ruas jalan yang menjadi jalur kepulangan massa. Pengguna jalan dapat menyesuaikan perjalanan apabila masih terdapat kepadatan akibat pergerakan kendaraan rombongan.
Pembubaran massa dilakukan secara bertahap agar pergerakan peserta aksi tidak menimbulkan gangguan yang lebih luas terhadap aktivitas masyarakat. Aparat dan petugas terkait tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi di sekitar Gedung DPR.
Rangkaian aksi AMPB tersebut menjadi bagian dari kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat pada 27 Agustus 2026. Setelah tuntutan disampaikan, massa memilih meninggalkan lokasi dan melanjutkan perjalanan kembali ke daerah masing-masing.
Jurnalis : Danilo Fernandes
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !