Volume Sampah ke TPA Antang Makassar Anjlok, Kini Tinggal 200-300 Ton per Hari

Volume Sampah ke TPA Antang Makassar Anjlok, Kini Tinggal 200-300 Ton per Hari

Volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Makassar, mengalami penurunan signifikan setelah pemerintah menerapkan kebijakan pemilahan sampah dari sumber. Jika sebelumnya jumlah sampah yang dikirim ke TPA mencapai ratusan hingga sekitar 700-800 ton per hari, kini volume yang masuk disebut berada di kisaran 200-300 ton per hari.

Penurunan tersebut tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah Kota Makassar yang mulai memperketat pemilahan sampah sejak 1 Agustus 2026. Melalui kebijakan tersebut, masyarakat didorong untuk memilah sampah sejak dari rumah sehingga sampah yang dibawa menuju TPA tidak lagi dalam kondisi tercampur.

Kepala UPT TPA Tamangapa, Nasrun, menjelaskan bahwa perubahan sistem tersebut membuat jumlah sampah yang diterima TPA berkurang cukup tajam. Sampah yang masuk kini lebih banyak berupa residu, sementara sampah organik atau sampah basah diharapkan dapat ditangani di tingkat rumah tangga, kecamatan, maupun kelurahan.

Selain mengurangi volume sampah, kebijakan pemilahan juga berdampak pada jumlah kendaraan pengangkut yang masuk ke kawasan TPA. Sebelumnya, sekitar 400 armada dapat keluar-masuk setiap hari, sedangkan setelah aturan diterapkan jumlahnya turun menjadi sekitar 300 armada. Kendaraan yang membawa sampah masih tercampur akan diperiksa dan dapat diminta kembali untuk melakukan pemilahan terlebih dahulu.

Perubahan komposisi sampah yang masuk juga menjadi salah satu indikator penting. Sampah organik yang sebelumnya mendominasi timbunan di TPA disebut mengalami penurunan cukup besar. Kondisi ini dinilai dapat membantu mengurangi beban TPA sekaligus mendukung perubahan sistem pengelolaan sampah dari pola pembuangan terbuka menuju sistem yang lebih terkelola.

Pemerintah Kota Makassar juga didorong untuk memperbanyak fasilitas pengolahan sampah seperti TPS3R di tingkat kecamatan dan kelurahan. Fasilitas tersebut dinilai penting agar sampah organik dapat diolah lebih dekat dengan sumbernya dan tidak seluruhnya berakhir di TPA. Dengan pengolahan dari hulu, volume sampah yang harus dibawa ke tempat pemrosesan akhir dapat terus ditekan.

Di sisi lain, penerapan kebijakan baru ini turut memberikan dampak kepada masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas di sekitar TPA. Sejumlah pemulung dan pelaku jasa pengangkutan sampah menyampaikan bahwa berkurangnya sampah yang masuk membuat pendapatan mereka ikut menurun. Mereka berharap pemerintah tetap memperhatikan kondisi sosial masyarakat yang terdampak sekaligus memberikan solusi agar kebijakan lingkungan dapat berjalan tanpa mengabaikan aspek kesejahteraan.

Pihak pengelola TPA menyatakan bahwa aturan tersebut bukan berarti seluruh sampah dilarang masuk. Sampah yang telah dipilah, khususnya residu dan jenis sampah yang sesuai ketentuan, tetap dapat diterima. Petugas juga melakukan pemeriksaan di pintu masuk untuk memastikan kendaraan yang datang telah memenuhi ketentuan pemilahan.

Kebijakan ini diharapkan menjadi bagian dari pembenahan pengelolaan sampah di Kota Makassar. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah dan tersedianya fasilitas pengolahan di tingkat lingkungan, beban TPA Antang diharapkan dapat semakin berkurang.

Penurunan volume sampah tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dari sumber memiliki pengaruh besar terhadap beban tempat pemrosesan akhir. Namun, keberhasilan kebijakan dalam jangka panjang tetap membutuhkan konsistensi masyarakat, pengawasan pemerintah, ketersediaan fasilitas pengolahan, serta perhatian terhadap masyarakat yang kehidupannya bergantung pada ekosistem pengelolaan sampah.

Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi

“`

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !