Petugas Pemkot Depok Ceritakan Momen Menemukan Bagian Tubuh Korban Mutilasi di Kali Grogol

Petugas Pemkot Depok Ceritakan Momen Menemukan Bagian Tubuh Korban Mutilasi di Kali Grogol

Aktivitas rutin petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok berubah menjadi pengalaman yang mengejutkan ketika mereka menemukan bagian tubuh manusia di aliran Kali Grogol. Temuan tersebut terjadi saat petugas sedang menjalankan pekerjaan membersihkan sampah di sungai pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Randy, petugas Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Depok, mengungkapkan bahwa penemuan tersebut bermula ketika dua rekannya, Rahmat dan Rahman, sedang mengangkat tumpukan sampah. Di tengah aktivitas tersebut, keduanya melihat sesuatu yang terlihat tidak biasa sehingga kemudian meminta bantuan petugas lain untuk memastikan benda yang ditemukan.

Semula, benda tersebut diduga hanya bagian dari tumpukan sampah yang terbawa aliran sungai. Namun, setelah diperiksa lebih lanjut, petugas menduga benda tersebut merupakan bagian tubuh manusia. Randy kemudian turun untuk membantu memastikan temuan tersebut sebelum melaporkannya kepada pihak yang bertanggung jawab.

Setelah memastikan adanya dugaan bagian tubuh manusia, Randy bersama rekan-rekannya segera mengambil langkah pelaporan. Temuan tersebut disampaikan kepada kepala regu dan diteruskan kepada pimpinan. Selanjutnya, informasi mengenai penemuan tersebut disampaikan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Randy mengaku tidak menyangka pekerjaan rutin yang biasa dilakukan bersama rekan-rekannya justru membawa mereka pada penemuan yang berkaitan dengan kasus kriminal. Para petugas kemudian menyerahkan penanganan lebih lanjut kepada aparat yang berwenang agar lokasi dan barang bukti dapat diperiksa sesuai prosedur.

Penemuan di Kali Grogol tersebut menjadi bagian dari perkembangan penyelidikan kasus mutilasi di Depok yang sebelumnya telah ditangani kepolisian. Aparat sebelumnya juga melakukan pencarian bagian tubuh korban di sejumlah aliran sungai dengan melibatkan Unit Polsatwa dan anjing pelacak.

Proses pencarian bagian tubuh korban diketahui menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah adanya jeda waktu antara dugaan pembuangan bagian tubuh dan penemuan jasad korban. Kondisi cuaca serta arus sungai yang meningkat juga menjadi faktor yang dapat menyulitkan proses pencarian karena benda yang berada di aliran sungai berpotensi berpindah dari lokasi awal.

Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap seluruh rangkaian kasus tersebut. Setiap temuan di lapangan akan diperiksa dan dikaitkan dengan barang bukti serta informasi lain yang telah dikumpulkan penyidik. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan fakta mengenai kasus dapat diketahui secara menyeluruh.

Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa pekerjaan petugas kebersihan dan pemeliharaan lingkungan memiliki peran penting dalam membantu menjaga kondisi wilayah. Dalam menjalankan tugasnya, petugas dapat menemukan berbagai situasi yang tidak terduga sehingga koordinasi dengan pihak berwenang menjadi penting ketika ditemukan sesuatu yang diduga berkaitan dengan tindak pidana.

Masyarakat diharapkan tidak mengambil tindakan sendiri apabila menemukan benda atau sesuatu yang diduga berkaitan dengan perkara hukum. Temuan sebaiknya segera dilaporkan kepada petugas atau aparat yang berwenang agar dapat ditangani secara tepat dan tidak mengganggu proses penyelidikan.

Kasus tersebut masih dalam proses penanganan aparat kepolisian. Informasi lebih lanjut mengenai identitas korban, rangkaian kejadian, serta hasil penyelidikan tetap menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.

Jurnalis : Ghazy Fikri Izdihar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya

Mengungkap Fakta Terkini

Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !