Pemkot Jakarta Selatan Hentikan Sementara Aktivitas Proyek Pascainsiden Balita Terjatuh di Lubang Pembangunan Manggarai

Pemkot Jakarta Selatan Hentikan Sementara Aktivitas Proyek Pascainsiden Balita Terjatuh di Lubang Pembangunan Manggarai

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan menghentikan sementara seluruh aktivitas proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Kecamatan Tebet, setelah terjadinya insiden tragis yang menewaskan seorang balita berusia empat tahun. Keputusan tersebut diambil untuk mendukung proses penyelidikan kepolisian sekaligus memastikan seluruh aspek keselamatan di lokasi proyek dievaluasi secara menyeluruh sebelum pekerjaan kembali dilanjutkan.

Lokasi proyek saat ini masih dipasangi garis polisi sebagai bagian dari proses penyelidikan. Selama penghentian sementara diberlakukan, tidak ada aktivitas konstruksi yang diizinkan berlangsung hingga aparat penegak hukum menyelesaikan pemeriksaan dan pemerintah memastikan seluruh standar keamanan telah dipenuhi. Langkah ini juga bertujuan menghindari potensi terjadinya kecelakaan serupa di masa mendatang.

Insiden tersebut terjadi ketika korban diduga terjatuh ke dalam lubang proyek dengan kedalaman sekitar empat meter saat berada di sekitar area pembangunan. Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu beberapa jam karena ukuran lubang yang sempit serta kondisi tanah yang menyulitkan petugas penyelamat. Korban sempat berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup dan langsung dibawa ke rumah sakit, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan mendapatkan penanganan medis.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kota Jakarta Selatan melalui pihak kecamatan, kelurahan, Satpol PP, dan unsur terkait telah mengunjungi keluarga korban untuk menyerahkan bantuan serta santunan. Pemerintah juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah tersebut serta berkomitmen mendampingi keluarga selama proses penanganan berlangsung.

Camat Tebet menjelaskan bahwa proyek pembangunan tersebut baru dimulai beberapa hari sebelum kejadian dan merupakan bagian dari pembangunan fasilitas umum melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Meski sebelumnya pemerintah telah memberikan pemberitahuan kepada masyarakat mengenai adanya pekerjaan konstruksi, evaluasi tetap dilakukan guna memastikan sistem pengamanan di area proyek benar-benar memenuhi standar keselamatan.

Selama proyek dihentikan, Satpol PP juga menempatkan personel secara bergantian untuk melakukan penjagaan di sekitar lokasi. Pengawasan dilakukan agar masyarakat, khususnya anak-anak, tidak memasuki area proyek yang masih berpotensi membahayakan keselamatan. Selain itu, warga diimbau agar lebih berhati-hati saat beraktivitas, terutama pada malam hari ketika kondisi pencahayaan terbatas.

Peristiwa tersebut memicu perhatian berbagai kalangan terhadap pentingnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada setiap proyek pembangunan, terutama yang berada di tengah permukiman padat penduduk. Sejumlah pihak mendorong agar pemerintah daerah memperketat pengawasan terhadap seluruh proyek infrastruktur serta memberikan sanksi tegas apabila ditemukan kelalaian yang membahayakan keselamatan masyarakat.

Kasus ini diharapkan menjadi momentum evaluasi bagi seluruh pelaksana proyek agar aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pembangunan. Dengan pengawasan yang lebih ketat, pemasangan pembatas yang memadai, penerangan yang cukup, serta rambu-rambu keselamatan yang jelas, risiko kecelakaan di area proyek dapat diminimalkan sehingga pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan warga.

Jurnalis : Nadia

author avatar
Wartawan Fakta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya
Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !