Tragedi Letusan Gunung Dukono: Dua WNA Tewas, Lima Luka, Puluhan Pendaki Dievakuasi

 

TERNATE – Kabar duka menyelimuti wilayah Halmahera Utara, Maluku Utara, menyusul letusan dahsyat Gunung Dukono yang terjadi pada Jumat pagi (8/5/2026). Peristiwa alam yang tak terduga itu merenggut nyawa dua orang warga negara asing (WNA), sementara sejumlah pendaki lainnya mengalami luka-luka. Puluhan pendaki lain yang sempat terjebak di kawasan rawan kini tengah dalam proses penyelamatan oleh tim gabungan.

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, membenarkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan data yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dua nyawa melayang dan keduanya merupakan warga negara asing.

“Informasi yang kami terima dari BPBD menyatakan terdapat dua orang meninggal dunia. Keduanya berkewarganegaraan Singapura dan Tiongkok,” ungkap AKP Erlichson. Ia menambahkan bahwa tim penyidik dan identifikasi masih mendalami data lengkap serta identitas resmi kedua korban untuk keperluan administrasi dan pemberitahuan kepada pihak keluarga.

Kondisi Korban dan Upaya Evakuasi

Dampak kerusakan akibat letusan ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB melaporkan bahwa lima pendaki lainnya mengalami cedera dan luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Saat ini, para korban yang terluka sedang mendapatkan penanganan medis darurat di lokasi maupun di fasilitas kesehatan terdekat, sementara pendataan rinci mengenai kondisi mereka masih berlangsung aktif di lapangan.

Situasi semakin dikhawatirkan mengingat masih adanya rombongan pendaki yang terputus aksesnya. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ternate, Iwan Ramdani, menyampaikan estimasi bahwa sekitar 20 orang pendaki sempat terjebak dan terisolasi di jalur pendakian maupun kawasan sekitar puncak gunung saat letusan terjadi.

Merespons hal tersebut, tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur SAR, BPBD, kepolisian, TNI, dan relawan kemanusiaan segera dikerahkan sepenuhnya. Operasi evakuasi dilakukan dengan hati-hati namun sigap, menembus medan yang sulit dan kondisi lingkungan yang masih berisiko akibat sisa aktivitas vulkanik. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh pendaki yang masih berada di lokasi aman dapat dibawa turun ke tempat yang lebih aman dan terlindungi.

Kewaspadaan Tetap Dijaga

Gunung Dukono yang dikenal sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia kembali menunjukkan keganasannya. Peristiwa ini menjadi peringatan keras mengenai dinamika alam yang senantiasa berubah-ubah. Pihak berwenang terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik secara ketat dan menghimbau masyarakat serta pendaki untuk mematuhi seluruh peringatan keselamatan dan pembatasan wilayah yang telah ditetapkan.

Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian dan evakuasi masih berjalan. Pemerintah daerah dan instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar, memberikan bantuan yang dibutuhkan, serta meminimalisir dampak yang lebih luas dari bencana alam ini.

Reporter by Sutarno

author avatar
Wartawan Fakta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya
Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !