JAKARTA – Suasana kian memanas dan dinamika politik internal mulai tergambar jelas di tubuh Gerakan Pemuda Marhaenisme (GPM) menjelang penyelenggaraan Kongres XI yang diagendakan berlangsung di Bali pada tahun ini.
Tanda-tanda kian menguatnya peta kekuatan dan arah dukungan terasa nyata dalam agenda Halal Bihalal yang digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GPM Provinsi DKI Jakarta, bertempat di kawasan Kramat 5, Salemba, Jakarta Pusat, pada Jumat (1/5/2026).
Kegiatan yang sarat makna silaturahmi ini dihadiri oleh berbagai unsur penting dalam struktur organisasi, mulai dari jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP), pengurus inti DPD GPM DKI Jakarta, hingga perwakilan dari lima wilayah kota administrasi se-Ibu Kota.
Momen pertemuan ini bukan sekadar tradisi rutin pasca hari raya, melainkan bertransformasi menjadi wadah strategis konsolidasi organisasi dalam rangka menyambut agenda-agenda besar yang menjadi tonggak perjalanan organisasi di tahun 2026.
Ketua GPM DKI Jakarta, Maliki Yusuf, dalam keterangannya menegaskan bahwa momentum pertemuan ini memiliki nilai strategis yang tinggi. “Terdapat dua agenda utama yang menjadi fokus perhatian seluruh elemen GPM di tahun ini, yaitu pelaksanaan Kongres XI di Bali dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jakarta,” ujarnya.
Lebih jauh, Maliki juga mendorong agar seluruh jajaran di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dapat mempersiapkan diri secara matang dan komprehensif, termasuk merampungkan hasil-hasil rapat kerja di daerah untuk dibawa sebagai bahan rekomendasi dan masukan yang konstruktif di forum nasional nanti.
Namun, sorotan utama yang menjadi pusat perhatian dalam pertemuan tersebut adalah mengerucutnya nama-nama bakal calon yang diproyeksikan bertarung memperebutkan kursi tertinggi organisasi, yakni Ketua Umum GPM.
Dari berbagai diskusi dan arah dukungan yang berkembang di kalangan peserta, telah mengerucut dua nama figur kuat yang digadang-gadang memiliki peluang besar untuk memimpin organisasi pemuda berideologi Marhaenisme ini ke depan.
Kedua nama tersebut adalah I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP GPM, serta Didi Mahardika Sukarno. Keduanya dipandang memiliki kapabilitas, rekam jejak, dan dukungan yang cukup kokoh di berbagai lapisan organisasi.
“Benar, peta kekuatan mulai terlihat mengerucut. Saat ini telah muncul dua bakal calon yang dinilai sangat kuat dan menjadi sorotan di kalangan kader yang akan mengikuti kongres nanti,” tegas Maliki, membenarkan geliat yang berkembang.

Di sisi lain, Sekretaris GPM DKI Jakarta, Robert Siagian, mengingatkan bahwa agenda besar ini juga menjadi momen krusial bagi peremajaan struktur organisasi. Ia menekankan bahwa regenerasi kepemimpinan harus benar-benar terwujud secara nyata pasca terselenggaranya Kongres XI.
Menurutnya, kehadiran dan peran aktif generasi muda, khususnya Generasi Z, menjadi kunci mutlak dalam menjaga keberlanjutan dan kelestarian nilai-nilai perjuangan.
“Regenerasi harus tampak nyata pasca kongres. Di tangan generasi mudalah, khususnya Gen Z, harapan untuk terus membawa dan menjaga nyala api ajaran besar Bung Karno tetap menyala dan hidup sepanjang masa,” ungkap Robert dengan penuh keyakinan.
Dengan demikian, agenda Halal Bihalal kali ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana mempererat tali persaudaraan, melainkan telah menjadi panggung awal yang strategis dalam pembacaan peta kekuatan politik internal, sekaligus penanda dimulainya babak konsolidasi menjelang pelantikan kepemimpinan baru di Kongres XI mendatang.
Penulis Veasna Direndra
Editir berita Sutarno
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !