Tragedi Hercules Jatuh di Kolombia, 66 Tentara dan Polisi Tewas

JAKARTA – Sebuah pesawat angkut militer jenis C-130 Hercules milik Angkatan Udara Kolombia mengalami kecelakaan maut tak lama setelah lepas landas di wilayah Putumayo, dekat perbatasan Peru, pada Senin (23/3/2026) waktu setempat.

Insiden ini menewaskan sedikitnya 66 orang yang sebagian besar merupakan personel militer dan polisi.

Menurut keterangan resmi pihak berwenang, pesawat yang membawa total 128 orang ini jatuh hanya sekitar 1,8 kilometer dari ujung landasan pacu Bandara Puerto Leguizamo, tepatnya di area hutan hujan Amazon yang sulit dijangkau.

Kronologi Kejadian

Pesawat tersebut lepas landas pada pukul 09.41 waktu setempat dengan tujuan menuju Puerto Asís. Namun, saksi mata melaporkan pesawat terbang terlalu rendah dan kesulitan menaikkan ketinggian. Salah satu sayap pesawat diduga menabrak pohon atau tanah, menyebabkan pesawat kehilangan keseimbangan dan menghantam daratan dengan keras.

Setelah benturan, kebakaran hebat langsung terjadi dan memicu ledakan amunisi yang dibawa di dalam pesawat, sehingga menghancurkan sebagian besar badan pesawat dan menyulitkan proses evakuasi serta identifikasi korban.

Rincian Korban

Dari total 128 orang di dalam pesawat, tercatat 11 orang berasal dari Angkatan Udara, 115 orang dari Angkatan Darat, dan 2 orang dari Kepolisian Nasional Kolombia.

Hingga saat ini, telah dikonfirmasi 66 orang meninggal dunia, dengan rincian:

– 58 orang dari Angkatan Darat
– 6 orang dari Angkatan Udara
– 2 orang dari Kepolisian Nasional

Selain itu, puluhan lainnya mengalami luka-luka, sebagian besar luka bakar serius, dan masih ada 4 orang yang dinyatakan hilang dan terus dicari oleh tim pencarian.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Pihak berwenang menyatakan bahwa hingga kini penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki. Namun, sementara ini dikesampingkan kemungkinan adanya serangan atau sabotase, dan fokus penyelidikan diarahkan pada faktor teknis, operasional, atau kondisi pesawat.

Meskipun pesawat tersebut dinyatakan laik terbang dan baru saja menjalani perawatan besar pada tahun 2023, insiden ini memicu perdebatan publik mengenai kondisi armada militer yang dianggap sudah tua dan perlunya modernisasi peralatan pertahanan.

Pemerintah Kolombia telah menyampaikan duka mendalam atas tragedi ini yang tercatat sebagai salah satu kecelakaan pesawat militer terburuk dalam sejarah negara tersebut.

Reporter by: Risky

Sumber foto Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya
Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !