A
Semangat belajar tidak mengenal batas usia. Hal tersebut tergambar dari kegiatan sekolah lansia di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang memberikan kesempatan kepada warga lanjut usia untuk kembali mempelajari berbagai keterampilan dasar, termasuk membaca dan menulis. Bagi sebagian peserta, kemampuan sederhana seperti menuliskan nama sendiri menjadi pencapaian yang menghadirkan kebahagiaan sekaligus rasa haru.
Di usia senja, kesempatan untuk belajar kembali menjadi pengalaman berharga bagi para peserta. Mereka mengikuti proses pembelajaran secara bertahap, mulai dari mengenal huruf, berlatih menulis, hingga mencoba menuliskan nama mereka sendiri. Kegiatan tersebut bukan sekadar latihan akademis, tetapi juga menjadi ruang bagi para lansia untuk membangun kepercayaan diri dan merasakan pengalaman baru yang bermakna.
Bagi sebagian simbah, menuliskan nama sendiri mungkin terlihat sebagai hal yang sederhana. Namun, bagi mereka yang belum pernah mendapatkan kesempatan belajar secara memadai ketika masih muda, kemampuan tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar. Keberhasilan menyelesaikan latihan menulis menjadi bukti bahwa proses belajar tetap dapat dilakukan meskipun usia terus bertambah.
Suasana pembelajaran berlangsung dengan menyesuaikan kemampuan masing-masing peserta. Para lansia diberikan kesempatan untuk belajar secara perlahan tanpa harus terbebani target yang terlalu berat. Pendekatan tersebut penting agar mereka dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman, sekaligus menikmati setiap perkembangan yang berhasil dicapai selama proses pembelajaran.
Program pendidikan bagi lansia di Bantul juga tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca dan menulis. Berbagai kegiatan lain turut dilakukan untuk menjaga kebugaran, meningkatkan keterampilan, serta mempererat hubungan sosial antarpeserta. Aktivitas seperti senam, menari, bermain angklung, dan belajar karawitan menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang menyenangkan bagi warga lanjut usia.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta mempunyai kesempatan untuk mengisi waktu dengan aktivitas positif. Mereka dapat bertemu teman sebaya, bertukar cerita, mempelajari hal-hal baru, serta membangun hubungan sosial yang lebih luas. Interaksi semacam ini menjadi penting karena kehidupan sosial yang aktif dapat membantu lansia merasa lebih terhubung dengan lingkungan sekitarnya.
Keberadaan sekolah lansia juga memperlihatkan bahwa pendidikan sepanjang hayat merupakan kebutuhan yang relevan bagi setiap kelompok usia. Belajar tidak semata-mata bertujuan memperoleh ijazah atau mengejar prestasi akademis, tetapi juga memberikan kesempatan kepada seseorang untuk mengembangkan kemampuan, menjaga kemandirian, dan meningkatkan kualitas hidup.
Di tengah perkembangan masyarakat yang semakin dinamis, kelompok lanjut usia tetap membutuhkan perhatian dan ruang untuk berkembang. Mereka tidak seharusnya dipandang hanya sebagai kelompok yang membutuhkan bantuan, tetapi juga sebagai individu yang masih memiliki semangat, potensi, pengalaman, dan keinginan untuk mempelajari sesuatu yang baru.
Penyelenggaraan sekolah lansia di Bantul menjadi salah satu contoh bagaimana lingkungan yang mendukung dapat membuka kesempatan belajar bagi warga lanjut usia. Dengan pendampingan yang sesuai, materi yang mudah dipahami, serta suasana pembelajaran yang bersahabat, para peserta dapat mengikuti kegiatan berdasarkan kondisi dan kemampuan masing-masing.
Dukungan keluarga dan masyarakat juga memiliki peranan penting dalam keberhasilan program semacam ini. Keluarga dapat memberikan dorongan agar orang tua tetap aktif mengikuti kegiatan, sedangkan masyarakat dapat membantu menciptakan lingkungan yang ramah bagi lansia. Dengan dukungan tersebut, para peserta diharapkan semakin percaya diri untuk mencoba berbagai aktivitas baru.
Kisah para simbah yang kembali belajar menuliskan nama sendiri menjadi pengingat bahwa kesempatan untuk belajar merupakan sesuatu yang berharga sepanjang kehidupan. Pencapaian yang tampak sederhana dapat menghadirkan kebanggaan tersendiri, terutama bagi mereka yang selama ini belum memperoleh kesempatan yang sama.
Lebih dari sekadar tempat belajar, sekolah lansia menjadi ruang untuk menjaga semangat, memperkuat kebersamaan, dan menikmati masa tua dengan kegiatan yang bermanfaat. Pengalaman tersebut sekaligus menegaskan bahwa bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti berkembang. Selama tersedia kesempatan dan dukungan, setiap orang tetap dapat belajar, mencoba, dan merasakan kebahagiaan dari pencapaian baru.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
“`
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !