A
BOGOR – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pengamen membagikan amplop kepada penumpang angkutan kota (angkot) di Kota Bogor, Jawa Barat, viral di media sosial. Aksi tersebut menuai perhatian karena pengamen itu diduga membuat penumpang merasa tertekan saat meminta uang setelah membagikan amplop.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Satreskrim Polresta Bogor Kota mengamankan pengamen berinisial AL (25). Kasi Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Imam, membenarkan bahwa pria tersebut telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan.
Menurut keterangan kepolisian, AL diamankan di sekitar kawasan Alun-alun, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, setelah rekaman aksinya beredar luas di media sosial pada Minggu sore, 18 Oktober 2026.
Polisi menjelaskan, peristiwa itu terjadi di angkot trayek 03 yang melayani rute BTM menuju Stasiun Bogor. Saat berada di dalam kendaraan, pengamen tersebut membagikan enam amplop kepada enam penumpang.
Setelah selesai bernyanyi, AL meminta kembali amplop yang telah diisi uang. Menurut keterangan polisi, tindakan tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman dan ketakutan pada sejumlah penumpang.
Dalam rekaman yang beredar, pengamen terlihat duduk di dekat pintu angkot yang sedang melaju dan berulang kali menyodorkan amplop kepada penumpang. Gestur tersebut diduga membuat penumpang merasa terintimidasi, terutama ketika mereka tidak memberikan uang.
Pengamen itu kemudian menghentikan aksinya setelah menyadari dirinya direkam oleh penumpang lain. Ia juga sempat menegur orang yang merekam kejadian tersebut.
Setelah diamankan, AL menjalani pemeriksaan di Polresta Bogor Kota. Berdasarkan keterangan Ipda Imam, yang bersangkutan bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan dan mengakui perbuatannya.
Kepada polisi, AL menyatakan bahwa hasil mengamen digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Keterangan tersebut menjadi bagian dari informasi yang diperoleh petugas selama pemeriksaan.
Polisi selanjutnya berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Bogor dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk penanganan serta pembinaan terhadap pengamen dan anak jalanan. Langkah ini dilakukan agar penanganan di lapangan dapat disesuaikan dengan kondisi yang bersangkutan.
Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut. Selain aspek ketertiban umum, pendekatan sosial juga diperlukan untuk memahami kondisi orang-orang yang mencari penghasilan di jalanan.
Di sisi lain, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas meminta sumbangan di ruang publik perlu dilakukan tanpa tekanan terhadap orang lain. Penumpang angkutan umum berhak merasa aman dan nyaman selama perjalanan.
Masyarakat yang mengalami atau menyaksikan kejadian serupa dapat melaporkannya kepada petugas agar dapat ditangani secara tepat. Rekaman kejadian juga sebaiknya digunakan secara bertanggung jawab dan tidak disebarluaskan dengan informasi yang belum terverifikasi.
Polresta Bogor Kota bersama instansi terkait masih melakukan penanganan sesuai kewenangan masing-masing. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada hasil pemeriksaan dan langkah lanjutan dari pihak berwenang.
Jurnalis: Danilo Fernandes
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !