TANGERANG SELATAN – Ledakan yang terjadi di kawasan pertokoan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu (14/10/2026) malam, mengakibatkan 13 orang menjadi korban. Berdasarkan data sementara yang disampaikan kepolisian pada Kamis (15/10/2026), sebanyak 11 orang mengalami luka-luka, sedangkan dua orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa tersebut mengundang perhatian masyarakat setelah ledakan keras mengguncang area pertokoan dan menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Para korban kemudian mendapatkan penanganan medis di tiga rumah sakit, yakni RSUD Tangerang Selatan, RS Sari Asih Ciputat, dan RS Fatmawati.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, menyampaikan bahwa jumlah korban sementara mencapai 13 orang. Dari keseluruhan korban, empat orang dilaporkan mengalami luka berat, sementara korban lainnya mengalami luka ringan dengan tingkat kondisi yang berbeda-beda.
Dua korban yang meninggal dunia diketahui bernama Riko dan Achmad Tri Prasetyo. Sementara itu, para korban luka masih mendapatkan penanganan medis di rumah sakit tempat mereka dirawat. Pendataan dilakukan untuk memastikan identitas serta kondisi masing-masing korban setelah kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kepolisian, terdapat lima korban yang tercatat di RSUD Tangerang Selatan. Dua di antaranya mengalami luka berat, dua lainnya mengalami luka ringan akibat serpihan, dan satu korban dinyatakan meninggal dunia.
Dua korban, Andri dan Andre, dilaporkan mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan tinggi. Keduanya mendapatkan perawatan medis di RSUD Tangerang Selatan. Sementara itu, Maman dan Ade mengalami luka ringan akibat serpihan yang muncul ketika ledakan terjadi.
Selain di RSUD Tangerang Selatan, lima korban lainnya mendapatkan perawatan di RS Sari Asih Ciputat. Berdasarkan data sementara yang disampaikan kepolisian, seluruh korban yang tercatat di rumah sakit tersebut mengalami luka ringan.
Kelima korban tersebut memperoleh penanganan medis setelah terdampak insiden ledakan di kawasan Pasar Cimanggis. Penanganan terhadap korban luka menjadi bagian dari upaya tanggap darurat yang dilakukan setelah kejadian.
Sementara itu, tiga korban lainnya tercatat di RS Fatmawati. Dua orang mengalami luka berat, sedangkan satu korban lainnya meninggal dunia.
Dengan demikian, berdasarkan pendataan sementara tersebut, jumlah korban di ketiga rumah sakit mencapai 13 orang. Kepolisian terus melakukan koordinasi untuk memastikan data korban sesuai dengan kondisi dan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas.
Selain menangani pendataan korban, aparat kepolisian juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan. Tim terkait dikerahkan ke lokasi guna melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan keterangan yang diperlukan dalam proses penyelidikan.
Informasi awal yang disampaikan aparat menyebutkan bahwa ledakan tersebut bukan disebabkan oleh bom. Polisi mendalami dugaan keterkaitan insiden dengan tabung gas etilena yang ditemukan di area gudang penyimpanan buah. Gas tersebut, berdasarkan keterangan awal saksi, digunakan dalam proses pematangan buah sebelum didistribusikan ke pasar.
Meski demikian, penyebab pasti serta rangkaian kejadian masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Kesimpulan mengenai sumber ledakan harus didasarkan pada hasil penyelidikan dan pemeriksaan teknis oleh pihak berwenang.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena berdampak terhadap keselamatan masyarakat dan aktivitas usaha di sekitar Pasar Cimanggis. Aparat melakukan penanganan di lokasi, sementara masyarakat diharapkan mengikuti arahan petugas dan tidak mendekati area yang masih dalam proses pemeriksaan.
Informasi mengenai jumlah korban dan kondisi mereka dapat berubah mengikuti perkembangan penanganan medis serta hasil pendataan terbaru. Oleh karena itu, masyarakat diimbau mengacu pada keterangan resmi kepolisian dan rumah sakit terkait untuk memperoleh informasi yang akurat.
Jurnalis : Ghazy Fikri Izdihar
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !