Pemerintah Kota Depok memastikan akan segera melakukan perbaikan terhadap trotoar di Jalan Raya Sawangan yang mengalami ambles meskipun baru sekitar satu tahun digunakan. Kerusakan tersebut menjadi perhatian masyarakat karena lokasi trotoar berada di tepi aliran sungai dan merupakan salah satu jalur pedestrian yang cukup ramai dilalui warga setiap hari.
Trotoar yang ambles berada di kawasan yang terhubung dengan Taman Secawan. Akibat kerusakan tersebut, sebagian badan trotoar mengalami penurunan hingga mengarah ke sisi sungai, sehingga dinilai membahayakan keselamatan pejalan kaki. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan, area yang rusak telah ditutup menggunakan terpal, pagar pembatas, traffic cone, serta garis pengaman agar tidak dilintasi masyarakat.
Sejumlah warga mengaku terkejut karena usia trotoar tersebut masih tergolong baru. Mereka berharap pemerintah tidak hanya memperbaiki bagian yang rusak, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas konstruksi serta proses pembangunan proyek. Menurut warga, fasilitas umum yang dibangun menggunakan anggaran negara seharusnya memiliki kualitas yang mampu bertahan dalam jangka waktu yang panjang dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Menanggapi keluhan masyarakat, Wali Kota Depok menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah penanganan melalui mekanisme Belanja Tidak Terduga (BTT). Skema tersebut dipilih karena kerusakan terjadi di luar perencanaan anggaran tahun berjalan. Dengan menggunakan dana darurat, proses perbaikan diharapkan dapat segera dimulai tanpa harus menunggu perubahan anggaran berikutnya.
Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok juga telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Selain menutup area yang ambles, petugas memasang cerucuk dan melakukan penguatan sementara pada bagian tepi sungai guna mencegah longsoran semakin meluas sebelum pekerjaan perbaikan permanen dilaksanakan.
Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, perbaikan tidak hanya difokuskan pada permukaan trotoar, tetapi juga akan mencakup evaluasi terhadap struktur penahan tanah, sistem drainase, serta kondisi bantaran sungai agar kerusakan serupa tidak kembali terjadi. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketahanan infrastruktur sekaligus menjaga fungsi jalur pedestrian sebagai fasilitas publik yang aman dan nyaman.
Kasus amblesnya trotoar ini juga menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam pelaksanaan proyek infrastruktur ke depan. Pengawasan terhadap kualitas material, metode konstruksi, serta proses pengerjaan dinilai perlu diperketat agar setiap proyek yang menggunakan anggaran publik benar-benar memberikan manfaat jangka panjang dan memiliki kualitas sesuai standar teknis yang telah ditetapkan.
Masyarakat berharap proses perbaikan dapat diselesaikan secepat mungkin sehingga aktivitas pejalan kaki kembali normal. Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap proyek infrastruktur diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memastikan fasilitas umum yang dibangun pemerintah memiliki mutu, keamanan, dan daya tahan yang lebih baik di masa mendatang.
Jurnalis : Danilo Fernandes
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !