Sudaryono Beberkan Tiga Fokus Utama BGN untuk Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

Sudaryono Beberkan Tiga Fokus Utama BGN untuk Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, memaparkan tiga fokus utama yang akan menjadi prioritas dalam pembenahan lembaga dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketiga fokus tersebut meliputi penegakan hukum terhadap setiap pelanggaran, penerapan sistem pemantauan digital pada operasional dapur MBG, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Menurut Sudaryono, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program prioritas pemerintah dapat berjalan secara efektif, transparan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Sudaryono menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi terhadap pelanggaran yang berpotensi merugikan masyarakat maupun negara. Seluruh proses yang berkaitan dengan penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis akan diawasi secara ketat dan apabila ditemukan indikasi penyimpangan, BGN akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menindaklanjutinya sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menilai bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap program strategis nasional tersebut.

Fokus kedua adalah penerapan sistem pemantauan digital terhadap seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Melalui pemanfaatan teknologi, setiap tahapan operasional akan dipantau secara real time, mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan makanan, penerapan standar operasional prosedur (SOP), hingga distribusi kepada para penerima manfaat. Sistem digital tersebut diharapkan mampu meningkatkan akuntabilitas, mempercepat proses evaluasi, sekaligus meminimalkan potensi kesalahan maupun penyimpangan di lapangan.

Selain memperkuat pengawasan internal, Sudaryono juga menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak. Menurutnya, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak dapat dicapai hanya oleh BGN, melainkan membutuhkan dukungan kementerian, pemerintah daerah, aparat pengawas, tenaga kesehatan, akademisi, hingga masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai standar serta mampu menjangkau seluruh sasaran secara merata.

Ia menjelaskan bahwa evaluasi terhadap seluruh dapur MBG akan terus dilakukan secara berkala. Dapur yang tidak memenuhi standar keamanan pangan, kebersihan, maupun kualitas pelayanan akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk komitmen BGN dalam menjaga kualitas makanan yang diterima masyarakat sekaligus menjamin keamanan konsumsi bagi para penerima manfaat program.

Sudaryono berharap pembenahan yang dilakukan mampu memperkuat tata kelola BGN sehingga Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih profesional, transparan, dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas pelayanan, efektivitas pengelolaan anggaran, serta tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program pemerintah.

Dengan tiga fokus utama tersebut, BGN menargetkan Program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi program yang semakin akuntabel dan mampu mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia. Pembenahan yang dilakukan diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya sistem pelayanan gizi nasional yang modern, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga menyukainya
Dapatkan Notifikasi Fakta Terkini

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !