Penerapan kebijakan pembatasan komisi aplikator menjadi maksimal 8 persen yang mulai diberlakukan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para pengemudi ojek online (ojol). Namun, di lapangan sejumlah pengemudi justru mengaku belum merasakan manfaat yang signifikan. Bahkan, sebagian dari mereka menilai pendapatan harian mengalami penurunan dibandingkan sebelum kebijakan tersebut diterapkan.
Sejumlah pengemudi mengungkapkan bahwa meskipun persentase potongan komisi dari aplikator telah berkurang, perubahan skema tarif perjalanan membuat nilai pendapatan yang diterima dari setiap order menjadi lebih kecil. Akibatnya, penghasilan bersih yang diperoleh dalam sehari dinilai tidak mengalami peningkatan, bahkan cenderung menurun apabila dibandingkan dengan kondisi sebelumnya.
Para pengemudi berharap evaluasi terhadap kebijakan tersebut tidak hanya berfokus pada besaran komisi yang dipotong oleh perusahaan aplikasi, tetapi juga memperhatikan struktur tarif dasar, insentif, bonus harian, serta sistem pembagian order. Menurut mereka, seluruh komponen tersebut memiliki pengaruh yang jauh lebih besar terhadap jumlah pendapatan yang diterima setiap hari dibandingkan sekadar penurunan persentase komisi.
Di sisi lain, sebagian pengemudi juga mengeluhkan berkurangnya jumlah order yang masuk sejak kebijakan baru diterapkan. Mereka menilai adanya penyesuaian tarif kepada konsumen berpotensi memengaruhi minat masyarakat dalam menggunakan layanan transportasi berbasis aplikasi. Apabila jumlah perjalanan menurun, maka pendapatan pengemudi otomatis ikut berkurang meskipun persentase komisi yang dipotong lebih kecil.
Kondisi tersebut memunculkan berbagai tanggapan dari komunitas pengemudi ojol di sejumlah daerah. Mereka berharap pemerintah bersama perusahaan aplikasi dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap implementasi kebijakan agar tujuan utama meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi benar-benar dapat terwujud. Evaluasi juga dinilai penting agar tidak terjadi ketimpangan antara kepentingan aplikator, pengemudi, maupun pengguna layanan.
Pakar transportasi menilai bahwa perubahan sistem komisi harus disertai dengan pengaturan mekanisme tarif yang seimbang. Penurunan komisi memang dapat meningkatkan porsi pendapatan pengemudi, namun apabila tarif dasar ikut mengalami penyesuaian ke bawah atau insentif dikurangi, maka manfaat kebijakan tersebut menjadi tidak optimal. Oleh sebab itu, seluruh komponen perhitungan pendapatan perlu dikaji secara komprehensif.
Sementara itu, pemerintah menyatakan akan terus memantau pelaksanaan kebijakan komisi maksimal 8 persen dan membuka ruang dialog dengan seluruh pemangku kepentingan, baik perusahaan aplikasi maupun perwakilan pengemudi. Masukan dari berbagai pihak akan menjadi bahan evaluasi untuk memastikan regulasi yang diterapkan mampu menciptakan ekosistem transportasi online yang sehat, adil, dan berkelanjutan bagi semua pihak.
Para pengemudi berharap hasil evaluasi nantinya dapat menghasilkan kebijakan yang benar-benar berpihak pada peningkatan kesejahteraan mitra tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan sistem yang lebih transparan dan berkeadilan, diharapkan hubungan antara aplikator, pengemudi, dan konsumen dapat terus terjaga sehingga industri transportasi berbasis aplikasi mampu berkembang secara berkelanjutan.
Jurnalis : Anggun
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !