Kasus pencurian 1.700 ompreng atau baki makanan milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ciputat, Tangerang Selatan, memasuki babak baru. Kepolisian mengungkap bahwa tersangka utama berinisial TRS, yang bekerja sebagai petugas keamanan atau satpam di lokasi tersebut, dinyatakan positif mengonsumsi amfetamin dan metamfetamin berdasarkan hasil pemeriksaan tes urine. Temuan tersebut diperoleh dalam rangkaian penyidikan terhadap kasus pencurian yang sempat menghebohkan masyarakat. Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan urine menjadi salah satu temuan penting dalam proses penyelidikan. Berdasarkan hasil pendalaman, TRS diduga berperan sebagai otak aksi pencurian dengan memanfaatkan posisinya sebagai petugas keamanan yang mengetahui kondisi dan akses di lingkungan dapur SPPG. Polisi menyebut tersangka menyusun rencana pencurian bersama sejumlah rekannya sebelum akhirnya melancarkan aksi tersebut.
Dalam perkara ini, polisi telah mengamankan tiga orang tersangka, sementara seorang pelaku lainnya masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). Selain membawa kabur sekitar 1.700 ompreng berbahan stainless steel, para pelaku juga mencuri sejumlah peralatan dapur lainnya, antara lain kompor, blender, genset, printer, perangkat perekam CCTV, serta beberapa perlengkapan operasional yang disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Berdasarkan hasil penyelidikan, barang-barang hasil curian dijual kepada pengepul barang rongsokan untuk kemudian dilebur. Uang hasil penjualan tersebut diduga digunakan oleh tersangka utama untuk membeli narkotika. Polisi juga mengungkap bahwa tersangka mengakui pernah mengonsumsi narkoba beberapa hari sebelum dilakukan pemeriksaan. Temuan tersebut masih terus didalami sebagai bagian dari proses penyidikan yang berlangsung.
Kasus ini bermula dari laporan kehilangan yang diterima polisi pada 8 Juli 2026. Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reserse Kriminal Polsek Ciputat Timur melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV), serta meminta keterangan dari sejumlah saksi. Dari serangkaian penyelidikan tersebut, petugas berhasil mengidentifikasi dugaan keterlibatan petugas keamanan yang bertugas di lokasi sebagai pengendali aksi pencurian.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut. Selain memburu satu pelaku yang masih buron, penyidik juga menelusuri alur penjualan barang curian dan kemungkinan adanya jaringan penadah yang menerima hasil kejahatan tersebut. Polisi memastikan seluruh pihak yang terbukti terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena fasilitas yang menjadi sasaran pencurian merupakan bagian dari infrastruktur pendukung Program Makan Bergizi Gratis yang dipersiapkan untuk melayani masyarakat. Aparat berharap kasus tersebut menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap aset negara maupun fasilitas pelayanan publik agar program-program pemerintah dapat berjalan dengan aman, efektif, dan memberikan manfaat secara optimal bagi masyarakat.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !