Perjalanan wisata alam yang seharusnya menjadi pengalaman menyenangkan berakhir tragis bagi seorang remaja berusia 17 tahun. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas sesaat usai mendaki Gunung Abang yang berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Peristiwa tersebut terjadi ketika korban bersama rekannya dalam perjalanan pulang setelah menyelesaikan aktivitas pendakian di salah satu gunung favorit para pecinta alam di Pulau Dewata.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengendarai sepeda motor ketika melintasi ruas jalan di kawasan Kintamani. Saat berada di jalur yang memiliki karakteristik menurun dan berkelok, kendaraan yang dikendarai korban diduga kehilangan kendali sehingga terjadi kecelakaan. Benturan keras mengakibatkan korban mengalami luka berat pada sejumlah bagian tubuh dan tidak dapat diselamatkan meskipun sempat mendapatkan pertolongan.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan. Aparat juga meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi guna mengetahui kronologi pasti kecelakaan tersebut.
Korban kemudian dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan medis. Namun, akibat luka yang cukup parah, nyawa remaja tersebut tidak berhasil diselamatkan. Sementara itu, pihak keluarga telah diberi kabar mengenai musibah tersebut dan menerima jenazah korban untuk selanjutnya dimakamkan.
Gunung Abang merupakan salah satu destinasi pendakian populer di Bali yang memiliki ketinggian sekitar 2.152 meter di atas permukaan laut. Jalur pendakiannya dikenal cukup menantang dengan medan berupa tanjakan, hutan lebat, serta jalan berbatu. Setiap akhir pekan maupun musim liburan, kawasan ini ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah yang ingin menikmati panorama Danau Batur dari puncak gunung.
Kepolisian mengingatkan para pendaki agar tidak hanya memperhatikan keselamatan selama berada di jalur pendakian, tetapi juga tetap menjaga kondisi fisik saat melakukan perjalanan pulang. Rasa lelah setelah mendaki dapat menurunkan konsentrasi ketika mengendarai kendaraan, terutama di jalur pegunungan yang memiliki banyak tikungan tajam, tanjakan, dan turunan curam.
Selain memastikan kondisi tubuh tetap prima, pengendara juga diimbau memeriksa kelayakan kendaraan sebelum digunakan, menggunakan helm berstandar nasional, mematuhi batas kecepatan, serta tidak memaksakan diri berkendara apabila mengalami kelelahan. Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas, khususnya di kawasan wisata pegunungan.
Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan yang merenggut nyawa remaja tersebut. Aparat juga mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan sehingga peristiwa serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Jurnalis : Danilo Fernandes
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !