Gangguan operasional yang terjadi pada salah satu rangkaian LRT Jabodebek di Stasiun Cawang pada Rabu pagi sempat membuat penumpang panik. Seorang penumpang mengaku mendengar suara keras dari bagian bawah kereta beberapa saat sebelum rangkaian mengalami gangguan. Peristiwa tersebut terjadi ketika kereta sedang melayani perjalanan dari Stasiun Halim menuju Stasiun Cawang. Meskipun sempat mengalami kendala teknis, kereta masih dapat melanjutkan perjalanan hingga tiba di stasiun tujuan dengan aman sebelum akhirnya seluruh penumpang diminta turun oleh petugas.
Menurut keterangan salah seorang penumpang, suara keras terdengar saat kereta masih berada di tengah perjalanan. Tidak lama kemudian, sejumlah fasilitas di dalam rangkaian, seperti pendingin udara (AC) dan sebagian lampu kabin, dilaporkan tidak berfungsi. Penumpang juga merasakan mesin kereta menjadi senyap, meskipun laju kereta masih tetap berjalan hingga mencapai Stasiun Cawang. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran, namun para penumpang tetap mengikuti arahan petugas yang berada di dalam rangkaian.
Sesampainya di Stasiun Cawang sekitar pukul 07.43 WIB, pintu kereta dibuka dan sebagian besar penumpang masih berada di dalam rangkaian. Tak lama kemudian terdengar kembali suara keras yang membuat para penumpang memutuskan segera keluar dari kereta. Petugas LRT Jabodebek langsung mengarahkan seluruh pengguna jasa untuk berpindah ke rangkaian berikutnya agar perjalanan dapat dilanjutkan dengan aman. Proses perpindahan berlangsung dengan tertib dan hanya memerlukan waktu kurang dari 15 menit sebelum kereta pengganti tiba di stasiun.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui manajemen LRT Jabodebek menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna atas gangguan yang terjadi. Pihak operator menjelaskan bahwa petugas segera melakukan pemeriksaan terhadap rangkaian yang mengalami kendala teknis di Stasiun Cawang. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan penyebab gangguan sekaligus menjamin keamanan operasional sebelum kereta kembali digunakan.
Selama proses penanganan berlangsung, seluruh petugas operasional dikerahkan untuk membantu penumpang, memberikan informasi, serta mengatur perpindahan menuju rangkaian berikutnya. Operator juga mengutamakan aspek keselamatan dengan meminta seluruh penumpang keluar dari kereta yang mengalami gangguan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari prosedur standar penanganan apabila terjadi kendala teknis pada sarana transportasi massal.
Akibat insiden tersebut, perjalanan LRT Jabodebek sempat mengalami keterlambatan sekitar 10 menit. Namun setelah proses penanganan selesai dilakukan, operasional layanan kembali berjalan normal. Pihak LRT Jabodebek mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti arahan petugas apabila terjadi kondisi serupa serta memperoleh informasi terbaru melalui kanal resmi operator agar tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting mengenai perlunya pemeliharaan dan pemeriksaan rutin terhadap seluruh armada transportasi publik. Keandalan sarana dan prasarana menjadi faktor utama dalam menjaga keselamatan serta kenyamanan masyarakat yang setiap hari mengandalkan layanan transportasi massal untuk beraktivitas. Evaluasi menyeluruh terhadap penyebab gangguan diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna LRT Jabodebek.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update berita terbaru, fakta penting, dan informasi viral langsung ke perangkat Anda.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !